Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
15 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
12 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
11 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
7 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
8 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Kisruh Tak Terbendung, Muktamar X PPP Melahirkan Dua Versi Kepemimpinan

Kisruh Tak Terbendung, Muktamar X PPP Melahirkan Dua Versi Kepemimpinan
Suasana kericuhan kader PPP saling baku hantam di arena Muktamar X 2025 di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu, 27 September 2025. (Foto: rmol/faisal aristama)
Rabu, 01 Oktober 2025 05:00 WIB

JAKARTA – Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025), berakhir dengan drama politik yang memecah partai berlambang Ka’bah itu. Bukan menyatukan barisan, forum justru menghasilkan dua ketua umum: Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto.

Sejak awal forum, tensi tinggi terlihat jelas. Saat Mardiono menyampaikan pidato pembukaan sebagai Plt Ketua Umum, terdengar teriakan berlawanan: sebagian meminta “lanjutkan,” sementara sebagian lain menyerukan “ketua baru.” Ketegangan pun berujung kericuhan di luar ruang sidang dengan adu mulut, saling dorong, hingga kursi melayang. 

Situasi itu dijadikan dasar Mardiono untuk mempercepat jalannya muktamar. Dengan aklamasi yang dipimpin Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara, ia ditetapkan sebagai ketua umum. “Ini kondisi darurat, dan 80 persen suara setuju percepatan,” kata Mardiono.

Namun, kubu Agus Suparmanto tak tinggal diam. Mereka menuding proses aklamasi dipimpin pihak yang tidak netral. Kelompok ini lalu menggelar sidang terpisah, menolak laporan pertanggungjawaban Mardiono, dan mengangkat Agus sebagai ketua umum periode 2025–2030. 

Andi Surya Wijaya, Ketua Bidang Hukum PPP, menegaskan aklamasi Mardiono sah secara hukum. Sebaliknya, Sekretaris Steering Committee kubu Agus, Rusman Yakob, menyebut langkah mereka sesuai mekanisme. “Aklamasi Agus konstitusional, tidak menyalahi AD/ART,” katanya saat acara tasyakuran di Discovery Ancol.

Kini PPP kembali menghadapi ujian serius. Dua kubu sama-sama mengklaim kepemimpinan sah, sementara publik dan kader menanti arah penyelesaian konflik yang bisa menentukan masa depan partai di panggung politik nasional. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww