Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
16 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
13 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
12 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
18 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
9 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
9 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Olympic

Evakuasi Santri Ponpes Sidoarjo Masih Berlangsung, Tiga Korban Jiwa Tercatat

Evakuasi Santri Ponpes Sidoarjo Masih Berlangsung, Tiga Korban Jiwa Tercatat
Tim Rescue Basarnas Yogyakarta diberangkatkan ke Ponpes Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur untuk membantu evakuasi bangunan musala ponpes yang runtuh, Selasa (30/9). Foto: Dok. Basarnas Yogyakarta
Rabu, 01 Oktober 2025 06:40 WIB

SIDOARJO – Tragedi runtuhnya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025), menyisakan duka dan perjuangan panjang. Hingga Selasa malam (30/9/2025), tim SAR masih berusaha mengeluarkan santri yang terjebak di bawah reruntuhan beton.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyebut ada tujuh santri yang masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. “Beberapa merespons dengan menggerakkan kaki saat diberi sinyal cahaya. Itu bukti mereka masih bertahan,” ungkapnya.

Namun, kondisi di lapangan penuh risiko. Seorang santri berinisial NA bahkan harus diamputasi di lokasi kejadian agar bisa diselamatkan. Direktur Utama RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Atok Irawan, menjelaskan operasi darurat dilakukan di bawah puing. “Semula keluarga menolak, tapi tindakan ini satu-satunya cara agar korban bisa keluar hidup-hidup,” jelasnya.

Data sementara mencatat 102 santri telah berhasil dievakuasi, tiga meninggal dunia, dan sekitar 38 lainnya masih terjebak.

Di luar proses evakuasi, upaya pemulihan mental juga dilakukan. Tim psikologi Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo memberikan trauma healing kepada para korban dan keluarga mereka. “Kami ingin memastikan beban psikologis tidak semakin berat,” kata AKBP Mujib Ridwan.

Tragedi ini memantik perhatian nasional. Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan perlunya standar keamanan bangunan pendidikan diperketat. “Negara harus hadir memastikan setiap pondok pesantren layak dan aman bagi santri,” katanya. 

Senada, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyebut peristiwa ini harus jadi pelajaran. “Ke depan, pembangunan pondok pesantren harus sesuai kaidah konstruksi yang berlaku. Jangan sampai tragedi ini terulang,” ucapnya.

Di tengah puing bangunan yang masih berserakan, doa dan harapan terus mengiringi upaya penyelamatan. Setiap santri yang berhasil keluar dari reruntuhan menjadi bukti betapa berat perjuangan menyalamatkan nyawa di tengah musibah. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kumparan.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta, Jawa Timur
wwwwww