Negara Rebut Kembali Alamnya, Prabowo Perintahkan TNI Kawal Sita Sawit Ilegal
![]() |
| Suasana sesi dialog Presiden Prabowo Subianto (di atas panggung, kiri) dan Pemimpin Utama Grup Forbes, Steve Forbes (di atas panggung, kanan) dalam puncak acara Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, Rabu (15/10/2025). |
Dalam dialog bersama Pimpinan Utama Forbes, Steve Forbes, di Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, Rabu (15/10/2025) malam, Prabowo mengungkapkan eksekusi tersebut bukan hanya soal hukum, tetapi juga tentang tanggung jawab moral negara terhadap alam Indonesia.
"Dua perkebunan itu, masing-masing 50 ribu hektare, sudah melanggar hukum sejak 18 tahun lalu. Ada putusan Mahkamah Agung yang memerintahkan penyitaan, tapi tidak dijalankan. Saya perintahkan TNI kawal jaksa dan BPK, lindungi mereka, sita lahan itu," ujar Prabowo.
Menurutnya, keberanian negara menegakkan keadilan lingkungan menjadi pesan kuat bagi investor dan pengusaha bahwa kekayaan alam Indonesia tidak boleh dikuasai secara ilegal. "Kami ambil alih 100 ribu hektare itu, dan semua berjalan tanpa masalah. Pemerintah harus menegakkan hukum dan menjaga bumi kita," tegasnya.
Prabowo menambahkan, hingga kini negara telah mengambil alih sekitar 3,7 juta hektare lahan sawit ilegal. Ia menyebut langkah itu sebagai bagian dari agenda besar memulihkan hutan dan tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti maraknya tambang timah ilegal di Pulau Bangka dan Belitung. Ia memerintahkan “blokade lingkungan” untuk mencegah penyelundupan hasil tambang ke luar negeri.
"Di sana ada sekitar 1.000 tambang ilegal. Akibatnya, lingkungan rusak dan negara kehilangan 80 persen hasil timahnya. Saya perintahkan latihan militer di perairan Bangka Belitung dengan kapal, pesawat, helikopter, dan drone untuk menghentikan penyelundupan itu," jelasnya.
Ia menuturkan, salah satu kapal kecil yang mencoba keluar dari blokade ditemukan membawa timah hasil tambang ilegal. "Langsung kami sita. Kita tidak boleh biarkan alam Indonesia dieksploitasi tanpa batas," katanya menegaskan.
Prabowo berharap langkah tegas tersebut dapat menjadi awal dari babak baru pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan. "Kalau kita terus disiplin, negara bisa selamatkan miliaran dolar dan pulihkan alam yang rusak," pungkasnya. ***













