Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  PON

Target 100 Ribu Magang Terancam, Baru 1.147 Perusahaan yang Buka Lowongan

Target 100 Ribu Magang Terancam, Baru 1.147 Perusahaan yang Buka Lowongan
Para pencari kerja memadati acara Job Fair 2025. (foto: republika/prayogi)
Kamis, 16 Oktober 2025 11:53 WIB
JAKARTA – Program Magang Nasional yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menghadapi tantangan besar. Dari target 100 ribu lowongan magang hingga akhir 2025, baru 1.147 perusahaan yang membuka kesempatan magang melalui aplikasi Maganghub.

Hingga Senin (13/10/2025) pukul 10.00 WIB, jumlah tersebut dinilai masih jauh dari harapan. Pemerintah kini berupaya menggandeng lebih banyak perusahaan agar berpartisipasi aktif mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja muda.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada kepala daerah di seluruh Indonesia untuk mendorong perusahaan di wilayah masing-masing ikut serta.

“Kami menargetkan 100 ribu lowongan magang tersedia hingga akhir 2025. Karena itu, kami mengajak dunia usaha untuk membuka ruang belajar kerja bagi generasi muda Indonesia,” jelas Yassierli dalam konferensi pers di Gedung Kemnaker, Jakarta.

Sementara di sisi pencari magang, animo masyarakat terbilang tinggi. Sebanyak 105 ribu lulusan baru telah terdaftar sebagai peserta yang memenuhi syarat. Setiap peserta diperbolehkan mengajukan lamaran hingga tiga posisi magang sekaligus.

Untuk tahap pertama, pemerintah menetapkan kuota 20 ribu peserta. Batch kedua dengan kuota tambahan 80 ribu peserta dijadwalkan dimulai pada 17 November 2025. “Bagi yang belum lolos di batch pertama, masih terbuka kesempatan di batch berikutnya,” kata Yassierli.

Ia menegaskan, lambatnya partisipasi dunia usaha tidak boleh menjadi hambatan bagi transformasi tenaga kerja nasional. “Kami ingin kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri semakin kuat. Magang harus menjadi budaya baru di dunia kerja,” tegasnya.

Selain program magang, Kemnaker juga menyediakan aplikasi Karirhub di platform SiapKerja yang kini memuat lebih dari 200 ribu lowongan kerja aktif. Pemerintah menargetkan angka itu meningkat menjadi lebih dari satu juta lowongan kerja.

“Karirhub bukan sekadar portal kerja, tapi ruang kolaborasi bagi perusahaan dan pencari kerja. Semua jenjang pendidikan bisa melamar sesuai keahlian,” jelas Yassierli.

Menurutnya, ke depan, keberhasilan Program Magang Nasional bergantung pada kemauan sektor swasta untuk membuka diri terhadap proses pembelajaran di tempat kerja. Pemerintah berkomitmen memperluas program upskilling dan reskilling untuk memperkuat daya saing tenaga kerja muda Indonesia. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:PON, Nasional, Voli, Ekonomi
wwwwww