Pemerintah Perkuat Keamanan Lapas, Ammar Zoni Dkk Dipindah ke Nusakambangan
![]() |
| Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memindahkan enam warga binaan high risk, Ammar Zoni dkk ke Nusakambangan. (dok. istimewa) |
Pemindahan ini dilakukan setelah evaluasi intensif terhadap sejumlah lapas di Jakarta yang dinilai masih berpotensi menjadi jalur komunikasi dan pengendalian peredaran narkoba dari dalam penjara.
“Ini adalah bukti keseriusan pemerintah untuk memutus kendali jaringan narkoba. Siapa pun yang terlibat, tidak ada yang kebal hukum,” ujar Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pemasyarakatan, Rika Aprianti, dalam keterangannya di Jakarta.
Rika menyebut, keenam warga binaan tersebut dipindahkan pada dini hari dan tiba di Nusakambangan pukul 07.43 WIB. Mereka langsung ditempatkan di Lapas Super Maximum Security Karang Anyar, dengan pengamanan ketat.
“Proses pemindahan dilakukan secara tertutup dan sesuai SOP. Pengawalan dilakukan oleh tim pengamanan intelijen dan kepatuhan internal Ditjenpas, bersama aparat Polres Jakarta Timur dan Mabes Polri,” jelasnya.
Hingga kini, lebih dari 1.500 narapidana berisiko tinggi telah dipindahkan ke Nusakambangan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional pembersihan lapas dari peredaran gelap narkoba dan gangguan keamanan lainnya.
Menurut Rika, pemindahan ke Nusakambangan tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membatasi ruang gerak pelaku agar tidak lagi berinteraksi dengan jaringan di luar. “Lapas super maksimum ini dirancang untuk mengisolasi dan mengawasi penuh aktivitas narapidana high risk,” katanya.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan, Heri Azhari, menegaskan bahwa komitmen pihaknya jelas: zero narkoba di semua lapas dan rutan. “Seperti pesan Pak Menteri dan Dirjenpas, zero narkoba adalah harga mati. Tidak boleh ada kompromi,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap operasi pemindahan ini juga menjadi bentuk penegakan disiplin di lingkungan pemasyarakatan. “Kita tidak hanya membersihkan lapas dari peredaran narkoba, tapi juga dari mental permisif yang melemahkan sistem pengawasan,” ujarnya.
Dengan sistem pengamanan super maksimum di Nusakambangan, pemerintah berharap tidak ada lagi ruang bagi jaringan narkoba untuk bergerak dari balik tembok penjara. “Langkah ini adalah pesan kuat: negara hadir dan tegas melawan narkoba hingga ke akar-akarnya,” pungkas Heri. ***













