Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Coach Justin Ungkap Alasan Pelatih Jepang Lebih Cocok Tangani Timnas Garuda

Coach Justin Ungkap Alasan Pelatih Jepang Lebih Cocok Tangani Timnas Garuda
Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan President of Japan Football Association (JFA) Tashima Kohzo. (Foto: JFA)
Jum'at, 17 Oktober 2025 06:25 WIB

JAKARTA – Setelah pemutusan kontrak Patrick Kluivert oleh PSSI, spekulasi soal siapa pengganti pelatih asal Belanda itu mulai bermunculan.

Pengamat sepak bola nasional Justinus Lhaksana atau Coach Justin menilai pelatih asal Jepang menjadi opsi paling realistis dan potensial untuk menangani Timnas Indonesia di era baru. 

“Feeling saya, PSSI akan geser ke arah Asia, khususnya Jepang. Karena mereka (PSSI) punya hubungan baik dengan federasi sepak bola Jepang dan di sana banyak pelatih dengan kualitas tinggi,” ujar Coach Justin saat dihubungi, Kamis (16/10/2025).

Menurut Justin, arah kebijakan federasi saat ini bisa saja mengalami perubahan besar setelah seluruh jajaran pelatih Belanda dilepas. Ia menyebut, pergeseran ke arah Asia akan lebih masuk akal, terutama dari segi kultur dan adaptasi pemain.

“Kalau sudah buang semua pelatih Belanda, ya kemungkinan memang mau ganti arah ke Asia. Jepang itu logis banget, apalagi sepak bola mereka sudah punya sistem yang terbukti,” katanya.

Meski begitu, Justin tak menutup mata terhadap tantangan baru yang mungkin dihadapi jika PSSI benar-benar memilih pelatih dari Negeri Sakura.

“Mayoritas pemain inti kita kan dari Belanda. Nah, itu bisa jadi dilema, karena kultur pelatih Jepang tentu berbeda. Cocok atau enggaknya nanti tergantung bagaimana komunikasi dan adaptasinya,” ujarnya.

Selain pelatih Jepang, nama Jesus Casas, pelatih asal Spanyol yang baru saja menyelesaikan masa baktinya bersama Timnas Irak, juga masuk dalam daftar spekulasi.

Casas dikenal sukses membawa Irak menjuarai Piala Teluk 2023 dengan catatan 20 kemenangan dari 33 pertandingan. Sebelumnya, ia pernah menjadi asisten pelatih Timnas Spanyol di era Luis Enrique dan juga bagian dari staf analisis Barcelona saat meraih treble winner 2015.

Menanggapi banyaknya kandidat, Justin menegaskan bahwa asal negara pelatih tidak terlalu penting selama filosofi dan gaya bermainnya sesuai dengan karakter pemain Indonesia.

“Yang penting bukan benderanya siapa, tapi apakah gaya mainnya bisa diterapkan di Timnas. Gak harus dari Eropa. Jepang, Korea, bahkan pelatih Asia Tenggara pun bisa kalau cocok,” katanya.

Coach Justin juga menyebut peluang Shin Tae-yong (STY) kembali menangani Garuda masih terbuka lebar jika memang dianggap sesuai dengan visi PSSI.

“Gak ada salahnya kalau STY balik lagi. Yang penting ada kesinambungan. Banyak negara juga melakukan hal itu, contohnya Arab Saudi yang panggil lagi Herve Renard,” ucapnya.

Ia menambahkan, langkah PSSI dalam menentukan pelatih kali ini akan menjadi momentum penting bagi masa depan sepak bola nasional.

“Kalau mau benar-benar membangun pondasi kuat, pilih pelatih yang ngerti sistem pembinaan. Jepang punya pengalaman luar biasa di situ, makanya saya bilang mereka lebih cocok,” ungkapnya.

Bagi Justin, perubahan arah kebijakan pelatih juga harus dibarengi dengan visi jangka panjang yang jelas, bukan sekadar mengejar hasil cepat.

“Kita harus punya DNA sendiri. Jangan hanya ikut gaya Eropa. Jepang bisa jadi mitra yang bagus untuk membentuk karakter sepak bola Indonesia ke depan,” tuturnya.

Dengan hengkangnya Kluivert dan munculnya sejumlah kandidat baru dari Jepang, Spanyol, dan Korea, PSSI kini dihadapkan pada keputusan strategis: apakah akan terus melanjutkan gaya sepak bola Eropa, atau mulai menapaki jalur Asia yang dianggap lebih relevan dan realistis bagi Timnas Garuda. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Sepakbola, DKI Jakarta
wwwwww