Carlos Yulo Bicara Soal Jakarta Gymnastics 2025
![]() |
| Gymnast Filipina, Carlos Yulo. (Foto:JAGOC) |
Penulis: Azhari Nasution
Ini adalah kali kedua gymnast 25 tahun itu hadir di Jakarta, setelah Asian Games 2018. Tujuh tahun lalu, Yulo gagal membawa pulang medali kendati meraih nilai tertinggi saat kualifikasi floor exercise.
Yulo pun bertekad tak ingin mengulang nasib serupa. Apalagi, penyelenggaran tahun ini sangat bermakna bagi komunitas gimnastik di Asia Tenggara.
Untuk kali pertama, negara di Asia Tenggara jadi tuan rumah kejuaraan dunia gimnastik. “Ini benar-benar sebuah peningkatan. Tidak cuma untuk Indonesia, tapi juga Asia Tenggara,” ujarnya.
Berikut wawancara Tim Media LOC bersama Carlos Yulo:
Ini pertama kalinya Indonesia, atau negara di Asia Tenggara, menjadi tuan rumah kejuaraan dunia. Apa kesan pertama Anda?
Ya, ini pertama kalinya di Asia Tenggara. Tapi saya sudah pernah ke sini pada 2018 saat Asian Games, jadi rasanya cukup mirip. Sekarang, benar-benar seperti peningkatan besar, bukan hanya untuk Indonesia tapi juga untuk Asia Tenggara.
Saya sangat bangga dan bersyukur bisa ada di sini, dan saya ingin berterima kasih kepada semua pihak, seperti panitia dan FIG, karena telah menyelenggarakan [kejuaraan dunia] ini, terutama di Asia Tenggara.
Bisa ceritakan bagaimana persiapan Anda sejauh ini?
Setelah Olimpiade, saya menjalani banyak persiapan. Itu terasa cukup berat buat saya. Dan sekarang, saya mulai memilih kompetisi mana yang sebaiknya saya ikuti — tidak seperti dulu, ketika saya hanya bertanding tanpa henti.
Sekarang, saya benar-benar memilih kompetisi mana yang akan saya ikuti, terutama dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan mental. Saya benar-benar menjaga itu, dan saat ini saya merasa baik-baik saja. Hanya, saya tidak akan turun di enam alat pada kejuaraan ini, tapi saya sangat bersyukur bisa berada di sini.
Seberapa besar dampak Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan dunia bagi komunitas gimnastik di Asia Tenggara?
Tentu saja [besar], karena itu berarti kita juga bisa menyelenggarakan kompetisi besar seperti ini. Saya sangat bangga karena kita bisa melakukannya di Asia Tenggara. Saya benar-benar bersyukur dan bangga karena kita berhasil menjadi tuan rumah.
Anda dikenal sebagai atlet dengan banyak gelar juara, meraih medali emas di Olimpiade dan kejuaraan dunia. Apakah kali ini Anda berharap bisa membawa pulang medali emas lagi?
Tentu saya ingin menang. Tapi banyak juga pesaing hebat lainnya, orang-orang yang sama dengan yang saya lawan di Olimpiade dan kejuaraan dunia. Mereka juga berada di level tinggi. Saya datang ke sini juga untuk melihat sejauh mana kemampuan saya.
Jelas, semua orang ingin menang, dan saya hanya berharap kami semua bisa bertanding dengan aman dan memberi penampilan terbaik di sini. Saya tidak bisa memastikan, tapi, ya, tentu saja saya ingin menang medali emas di nomor lantai dan lompat. Tapi, kita lihat nanti. Kami ke sini untuk bersenang-senang dan melihat apa yang bisa kami tingkatkan.
Apa harapan Anda untuk perkembangan gimnastik di Asia Tenggara?
Asia Tenggara sebenarnya sudah cukup bagus di cabang gimnastik. Tapi sebagai orang Asia Tenggara, kita pasti bisa berkembang lebih jauh lagi. Kita hanya perlu terus berusaha dan berusaha. Tidak masalah berapa kali kita gagal, selama kita terus mencoba, pasti ada sesuatu yang bisa kita perbaiki.***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |












