Iwan Bule Sarankan PSSI Pertimbangkan Kembali STY
![]() |
| Mochmad Iriawan. (Ist) |
Penulis: Azhari Nasution
Tak ada kalimat menyudutkan PSSI yang disampaikan Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 ini ketika Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Tak ada juga kalimat menyalahkan keputusan PSSI menggantikan posisi pelatih asal Korea Selatan (Korsel) Shin Tae-yong dengan pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert sebagai Pelatih Kepala Timnas Indonesia.
"Sejak dulu hingga sekarang saya itu pecinta sepakbola khususnya Timnas Sepakbola Indonesia." Itu ucapan pendek Iwan Bule saat ditemui di Jakarta, Minggu (19/10/2025l.
Pun begitu juga ketika disinggung soal pemecatan Patrick Kluivert, Iwan Bule hanya melontarkan sumbang saran. Selebihnya, dia serahkan keputusan kepada PSSI dan Exco.
"Belakangan ini kita mendengar ada isu tentang pergantian pelatih kepala Timnas Indonesia karena yang kemarin selesai kontraknya atau dipecat. Terkait itu, saya ingin menyampaikan saran kepada Federasi atau Exco PSSI untuk mempertimbangkan kembali sosok Shin Tae-yong atau STY sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia menggantikan posisi Patrick Kluivert," kata Iwan Bule.
"Saya memberikan saran hanya sebagai pecinta sepakbola dan pecinta Timnas. Soal keputusan itu ada pada Federasi dan Exco PSSI. Karena, saya yakin sepakbola Indonesia bisa berkembang dan lebih baik ke depan," tambahnya.
Kenapa kembali kepada STY?
"Alasan saya sederhana. STY atau Shin Tae-yong sudah sangat mengenal karateristik, kemampuan dan semangat para punggawa Garuda. Mereka sudah berinteraksi cukup lama jadi mereka hapal dan tahu. Meskipun secara bahasa kadang-kadang STY memakai bahasa Korea tapi sudah dimengerti anak-anak Timnas Indonesia. Chemistry sudah terbangun lama," jawab Iwan Bule.
Disebutkan Iwan Bule, era Timnas Indonesia diasuh STY cukup banyak kemajuan yang dicapai meskipun masalah Covid 19 melanda selama dua tahun.
Semua itu tidak terlepas dari komitmen STY dalam menjalankan tiga pola latihan sesuai kesepakatan. Pertama, Mental. "Mental anak anak kita diangkat menjadi mental petarung, jadi mental pemenang dan juga mental juara."
Kedua, disiplin waktu. "Yang bersangkutan (Red-STY) sangat disiplin dengan waktu dimana disiplin sangat penting untuk satu kesatuan Timnas. Kita ketahui dimana anak-anak hanya telat beberaoa menit saja dicoret dari pelatihan timnas. Saya pikir ini menunjukkan kekompakan sangat baik."
Ketiga, Stamina. "Stamina sangat ditekankan oleh STY karena sekali lagi bagaimana pun anak-anak mempunyai taktik dan strategi ataupun skill terbaik tanpa didukung stamina yang baik dia tidak akan bisa bermain full 2x45 menit apalagi ada tambahan waktu."
"Tiga yang diterapkan ini luar biasa. Perkembangannya di Timnas cukup signifikan. Jadi, alasan itu saya menyampaikan saran. Kalau memang usul saya diterima. Terimakasih," tutup Iwan Bule. ***
| Kategori | : | Non Olympic, Sepakbola, DKI Jakarta |













