Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
14 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
13 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
13 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Gymnast Putra Indonesia Siap Tempur di Jakarta Gymnastics 2025

Gymnast Putra Indonesia Siap Tempur di Jakarta Gymnastics 2025
Kelima Gymnast Putra Indonesia. (Foto: JAGOC)
Sabtu, 18 Oktober 2025 21:43 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Gelaran 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championship atau Jakarta Gymnastics 2025 akan dimulai pada Minggu, 19 Oktober 2025. Kelima gymnast putra Indonesia siap menunjukkan aksi-aksi terbaik di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

Tampil di hadapan publik sendiri, kelimanya bertekad menjadikan Jakarta Gymnastics 2025 sebagai pembuktian bahwa mereka pantas diperhitungkan. Apalagi, mereka akan bertemu gymnast-gymnast dunia.

“Sejauh ini, (saya) sudah cukup siap karena kami persiapan dari tahun lalu. Sudah ke Jepang, Rusia, habis dari training camp juga langsung kompetisi. Di situlah kami mendapatkan mental bertanding,” ucap Abiyu Raffi.

Hal senada dikemukakan Satria Tri Wira Yudha, di sela-sela latihan. Ada banyak pengalaman yang didapat sepanjang mengikuti pelatnas, baik itu training camp dan mengikuti berbagai kompetisi di luar negeri.

“Salah satunya bisa coba alat baru karena di gimnastik itu banyak alatnya. Beda merek, beda tipenya. Saya juga sangat termotivasi karena ini pertandingan bergengsi dan Indonesia jadi tuan rumah,” ujarnya.

Joseph Judah Hatoguan, yang sempat vakum karena alasan kesehatan, tak sabar untuk unjuk kemampuan di Indonesia Arena. Kesempatan tampil di kejuaraan dunia adalah mimpi yang menjadi kenyataan.

“Sebenarnya ada sedihnya juga. Saya mau melakukan yang terbaik, tapi enggak bisa karena ada peraturan kode poin baru. (Sedangkan) saya masih rangkaian enam bulan lalu,” tutur Joseph.

Tekad untuk bisa menampilkan gerakan-gerakan terbaik juga dikemukakan Agung Suci Tantio Akbar dan Muhammad Aprizal. Status sebagai gymnast tuan rumah tak membuat mereka terbebani.

“Persiapan sudah maksimal, apalagi WCH (world championship) ajang (besar) pertama saya setelah Asian Games 2018. Soal motivasi, kami sudah beberapa kali bertemu sama atlet-atlet hebatnya,” ucap Agung Akbar.

“Kami training camp di Rusia, sekitar 3 minggu. Secara teknik, cara pengambilan gerakan sih sama. Tapi (bedanya) lebih pada jam terbang. Sekarang sudah tahapan akhir, tinggal matangkan gerakan,” pungkas Aprizal. ***

wwwwww