Timnas Gimnastik Indonesia Tampil dengan Bawa Jaket Sang Kawan
![]() |
| Timnas Gimnastik Putra Indonesia berfoto dengan jaket Almarhum Naufal Takdir Al Bari usai tampil di babak kualifikasi. (JAGOC) |
Penulis: Azhari Nasution
Tampil di kualifikasi Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik Ke-53, Senin (20/10), Timnas Gimnastik Putra Indonesia membawa serta jaket rekan setimnya, Naufal Takdir Al Bari.
Naufal seharusnya berdiri dan berjuang bersama mereka, hari ini. Namun, takdir berkata lain. Naufal menghembuskan napas terakhir saat menjalani pemusatan latihan di Penza, Rusia, 25 September lalu. Naufal wafat di usia 19 tahun.
Abiyu dan kawan-kawan tak lantas meninggalkan memori tentang Naufal begitu saja. Dengan jaket Naufal di tangan dan dibentangkan di hadapan hadirin, Abiyu berharap semangat Naufal tetap menyala bersama tim.
"Harusnya, kita sama-sama dia juga (di sini). Tapi ya sudah, kita tetap harus berjuang," ujar anggota tim putra lainnya, Agung Akbar.
Tim putra Indonesia yang berada di subdivisi 7 belum mampu melangkah ke babak final.
Tampil sebagai satu-satunya gymnast putra Indonesia di nomor all around, Abiyu berada di posisi ke-48. Rekannya, Satria Tri Wira Yudha bertanding pada empat aparatus, yakni vault, parallel bars, high bar, dan floor exercise. Sedangkan Agung dan Joseph Judah Hatoguan tampil hanya di pommel horse.
Dengan hasil itu, Abiyu, Satria, Agung, dan Joseph sepakat bahwa kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia menjadi pengalaman berharga, membawa cita-cita dan semangat sang rekan untuk terus menumbuhkan harapan. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













