Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
6 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Non Olympic
53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025

Timnas Gimnastik Indonesia Tampil dengan Bawa Jaket Sang Kawan

Timnas Gimnastik Indonesia Tampil dengan Bawa Jaket Sang Kawan
Timnas Gimnastik Putra Indonesia berfoto dengan jaket Almarhum Naufal Takdir Al Bari usai tampil di babak kualifikasi. (JAGOC)
Selasa, 21 Oktober 2025 13:26 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Langkah Abiyu Raffi dan kawan-kawan saat menapaki lapangan Indonesia Arena Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, berbalut tantangan, harapan, dan kenangan.

Tampil di kualifikasi Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik Ke-53, Senin (20/10), Timnas Gimnastik Putra Indonesia membawa serta jaket rekan setimnya, Naufal Takdir Al Bari.

Naufal seharusnya berdiri dan berjuang bersama mereka, hari ini. Namun, takdir berkata lain. Naufal menghembuskan napas terakhir saat menjalani pemusatan latihan di Penza, Rusia, 25 September lalu. Naufal wafat di usia 19 tahun.

Abiyu dan kawan-kawan tak lantas meninggalkan memori tentang Naufal begitu saja. Dengan jaket Naufal di tangan dan dibentangkan di hadapan hadirin, Abiyu berharap semangat Naufal tetap menyala bersama tim.

"Harusnya, kita sama-sama dia juga (di sini). Tapi ya sudah, kita tetap harus berjuang," ujar anggota tim putra lainnya, Agung Akbar.

Tim putra Indonesia yang berada di subdivisi 7 belum mampu melangkah ke babak final.

Tampil sebagai satu-satunya gymnast putra Indonesia di nomor all around, Abiyu berada di posisi ke-48. Rekannya, Satria Tri Wira Yudha bertanding pada empat aparatus, yakni vault, parallel bars, high bar, dan floor exercise. Sedangkan Agung dan Joseph Judah Hatoguan tampil hanya di pommel horse.

Dengan hasil itu, Abiyu, Satria, Agung, dan Joseph sepakat bahwa kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia menjadi pengalaman berharga, membawa cita-cita dan semangat sang rekan untuk terus menumbuhkan harapan. ***

wwwwww