Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
23 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
17 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
15 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
24 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  PON

China Tanggapi Sorotan Proyek Whoosh, Tegaskan Komitmen dengan Indonesia

China Tanggapi Sorotan Proyek Whoosh, Tegaskan Komitmen dengan Indonesia
China mengatakan pembangunan Whoosh sudah dilakukan dengan koordinasi erat dan perhitungan angka keuangan yang komprehensif. (Arsip KCIC).
Kamis, 23 Oktober 2025 17:03 WIB

JAKARTA – Pemerintah China akhirnya angkat bicara mengenai polemik proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) yang kembali ramai dibicarakan usai pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Pandjaitan, yang menyebut proyek tersebut sempat “busuk”.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam pernyataan resmi menegaskan bahwa sejak awal, proyek Whoosh dijalankan melalui komunikasi dan koordinasi erat antara kedua negara. Menurutnya, penilaian terhadap proyek infrastruktur besar seperti kereta cepat tidak bisa hanya berdasarkan angka investasi dan keuangan semata.

“Dalam menilai proyek kereta cepat, selain faktor keuangan dan ekonomi, manfaat publik serta dampak sosialnya juga harus diperhitungkan. Kedua belah pihak telah berkoordinasi erat untuk memastikan pengoperasian yang aman dan stabil,” kata Guo, Senin (20/10/2025), dikutip dari situs resmi Pemerintah China.

Guo juga menegaskan, China berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan Indonesia agar Whoosh dapat berfungsi optimal sebagai proyek strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas kawasan.

“China siap terus memperkuat kemitraan dengan Indonesia demi memastikan pengoperasian Whoosh yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut datang di tengah meningkatnya sorotan publik terkait besarnya utang proyek. Total investasi Whoosh tercatat mencapai 7,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp116,5 triliun, jauh lebih tinggi dari proposal awal China senilai 6,07 miliar dolar AS.

Sebanyak 75 persen pembiayaan proyek berasal dari pinjaman China Development Bank, sementara sisanya ditanggung oleh konsorsium Indonesia, termasuk PT KAI, Wijaya Karya, PTPN I, dan Jasa Marga.

Masalah pembiayaan itu sempat menimbulkan perdebatan. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan dana APBN tidak akan digunakan untuk menutup utang proyek tersebut.

“Whoosh sekarang dikelola Danantara, mereka sudah ambil dividen dari BUMN sekitar Rp80 triliun. Jadi harusnya dikelola dari situ, bukan dari APBN,” ujarnya saat sidak di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (13/10/2025).

Sebelumnya, Luhut Pandjaitan pernah menyebut proyek Whoosh yang kini telah beroperasi sempat bermasalah pada masa pembangunannya. Ia menyebut proyek tersebut “busuk” karena pelaksanaan yang tidak sesuai standar, termasuk pembangunan pilar tanpa izin dan sistem drainase yang buruk.

Kementerian PUPR bahkan sempat menghentikan sementara pembangunan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) pada 2020 karena pelanggaran keselamatan konstruksi. Untuk memperbaiki situasi, Presiden Joko Widodo kemudian membentuk Komite Kereta Cepat Jakarta–Bandung melalui Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2021, yang dipimpin langsung oleh Luhut.

“Memang saya menerima proyek itu sudah busuk,” ujar Luhut, Kamis (16/10/2025).

Kini, di tengah berbagai evaluasi dan kritik, Pemerintah China menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan Whoosh menjadi proyek simbol kerja sama strategis yang tetap membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:PON, Voli, Basket, Beladiri
wwwwww