Keluarga Pengemis Bikin Heboh Pekanbaru, Fakta Mengejutkan: Mereka Tinggal di Rumah Sendiri
![]() |
PEKANBARU – Sebuah keluarga di Pekanbaru menjadi sorotan publik setelah diketahui rutin mengemis di jalanan, padahal memiliki rumah di Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh. Temuan ini diungkap Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru setelah menerima laporan dari warga yang resah dengan aktivitas keluarga tersebut.
Keluarga ini terdiri dari seorang ibu, adik laki-lakinya, seorang perempuan hamil, serta dua anak kecil. Mereka hampir setiap hari terlihat meminta-minta di sepanjang Jalan Paus, Kecamatan Marpoyan Damai, bahkan kerap tidur di depan toko warga.
“Awalnya saya kasihan karena melihat mereka bersama anak-anak kecil di jalan. Tapi lama-lama mereka makin sering datang dan terus meminta meskipun sudah diberi,” ujar seorang warga, Indy Annisa Armaz, Minggu (26/10/2025).
Merespons laporan masyarakat, Dinsos Kota Pekanbaru langsung turun tangan. Kepala Dinsos, Zulfahmi Adrian, mengonfirmasi bahwa timnya telah menjemput keluarga tersebut untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan.
“Setelah kami lakukan asesmen, ternyata mereka memiliki rumah di Tanjung Rhu. Mereka mengaku tidak punya tempat tinggal hanya untuk menarik simpati,” kata Zulfahmi.
Dinsos kemudian mengantarkan keluarga itu kembali ke rumahnya dengan didampingi lurah, RT, dan RW setempat. Pemerintah kelurahan juga berjanji akan membantu keluarga ini mengurus dokumen kependudukan agar dapat diusulkan masuk ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Kami berupaya agar mereka mendapat bantuan sosial yang sesuai. Penanganan tidak boleh berhenti di razia, tapi harus berkelanjutan supaya mereka tidak kembali ke jalan,” ujar Zulfahmi.
Ia menambahkan, Dinsos akan terus melakukan pembinaan serta memantau kondisi sosial keluarga tersebut. “Kami ingin memastikan pendekatannya manusiawi, agar mereka bisa mandiri dan tidak bergantung dari belas kasihan di jalan,” jelasnya.
Zulfahmi juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung memberi uang kepada pengemis. “Kalau ada kasus seperti ini, lebih baik dilaporkan ke Dinsos. Kami akan tangani secara profesional agar bantuan tepat sasaran,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi cerminan kompleksitas masalah sosial perkotaan — antara keinginan membantu dan kebutuhan penanganan yang lebih terarah agar tidak disalahgunakan. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Kategori | : | Voli, Ekonomi, DKI Jakarta |













