Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
23 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
17 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
17 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
16 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Usai Kegagalan di Kualifikasi, Erick Thohir Gandeng Ultras Garuda Bahas Masa Depan Timnas

Usai Kegagalan di Kualifikasi, Erick Thohir Gandeng Ultras Garuda Bahas Masa Depan Timnas
Kelompok suporter Timnas Indonesia, Ultras Garuda Indonesia 1945. (rahmat ari hidayat/skor.id) Skor.id
Minggu, 26 Oktober 2025 17:20 WIB
JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, membuka ruang dialog dengan Ultras Garuda Indonesia 1945, kelompok suporter yang dikenal vokal mendukung Timnas Indonesia. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (25/10/2025), itu menjadi wadah pertukaran pandangan antara federasi dan pendukung setia Garuda usai kegagalan Timnas di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Erick mendengarkan secara langsung kritik dan masukan dari perwakilan suporter. Ia menegaskan bahwa suara suporter adalah elemen penting dalam proses pembenahan sepak bola nasional. “Saya menerima masukan ini dengan terbuka. PSSI tidak bisa bekerja sendirian. Kita perlu kerja sama dengan semua pihak, termasuk suporter,” ujarnya.

Erick menilai, peran suporter bukan hanya sebagai penonton, melainkan bagian dari sistem ekosistem sepak bola yang harus diperhatikan. “Ultras Garuda ini punya kepedulian tinggi. Mereka bukan hanya marah kalau kalah, tapi juga ingin tahu bagaimana pembinaan dijalankan. Ini hal positif,” jelasnya.

Ultras Garuda Indonesia 1945 dalam dialog itu menyampaikan sejumlah catatan tajam, mulai dari evaluasi performa Timnas di Kualifikasi Piala Dunia hingga sistem pembinaan pemain muda. Mereka menilai kegagalan Garuda melangkah ke putaran berikutnya harus dijadikan refleksi, bukan sekadar kekecewaan.

“Masukan mereka realistis, mereka ingin PSSI transparan dan konsisten. Saya hargai itu. Kita sama-sama ingin perubahan nyata,” tambah Erick.

Sebelumnya, Erick juga sempat menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat Indonesia atas kegagalan Timnas. Ia menegaskan, PSSI kini sedang fokus membangun sistem kepelatihan berjenjang yang kuat dari usia muda hingga senior. “Kami sedang menata ulang struktur kepelatihan. Tidak mudah mencari pelatih yang cocok dengan sistem kita, tapi arah pembinaan harus jelas,” katanya.

Pertemuan dengan Ultras Garuda ini juga mempertegas komitmen Erick untuk memperkuat hubungan federasi dengan para pendukung. Selama ini, suporter sering kali menjadi pengingat dan penggerak perubahan di tengah stagnasi prestasi. “Kritik suporter jangan dijauhi. Mereka adalah bagian dari perjalanan ini. Tanpa dukungan mereka, sepak bola tidak akan punya semangat,” ucap Erick.

PSSI sebelumnya juga telah menggelar pertemuan dengan berbagai komunitas suporter seperti Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia (PNSSI) dan LA Grande Indonesia. Rangkaian dialog ini menjadi upaya federasi membangun kepercayaan publik setelah masa-masa sulit Timnas.

“Kita ingin sepak bola yang sehat, kompetisi yang kuat, dan pembinaan yang jelas. Semua itu hanya bisa tercapai kalau federasi dan suporter berjalan beriringan,” pungkas Erick. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Non Olympic, Sepakbola
wwwwww