Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
5 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
5 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  PON

Emas Antam Kembali Merosot, Analis: Level Rp3 Juta Masih Jauh dari Jangkauan

Emas Antam Kembali Merosot, Analis: Level Rp3 Juta Masih Jauh dari Jangkauan
(foto: republika/prayogi)
Senin, 27 Oktober 2025 11:35 WIB

JAKARTA – Setelah sempat memecahkan rekor tertinggi, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kini mulai kehilangan kilau. Awal pekan ini, logam mulia tersebut kembali terkoreksi cukup dalam, menandai tren pelemahan yang terus berlanjut di penghujung Oktober.

Data dari laman resmi Logam Mulia mencatat, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp 2.327.000 per gram pada Senin (27/10/2025) pukul 08.30 WIB. Angka ini turun Rp 23.000 dibandingkan posisi Sabtu (25/10/2025) yang tercatat Rp 2.350.000 per gram.

Pengamat pasar emas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa volatilitas harga emas Antam begitu tinggi sepanjang pekan lalu. Emas bahkan sempat menembus rekor sepanjang masa di level Rp 2,487 juta per gram pada Selasa (21/10/2025), namun hanya bertahan sehari sebelum turun ke Rp 2,310 juta per gram.

“Tren koreksi ini menunjukkan bahwa pasar sedang mencari titik keseimbangan baru. Tekanan datang dari penguatan dolar AS dan sinyal kebijakan suku bunga global yang masih agresif,” ujar Ibrahim, Ahad (26/10/2025).

Menurutnya, peluang harga emas Antam menembus Rp 3 juta per gram di akhir Oktober nyaris tertutup. “Kisaran paling realistis hingga akhir bulan ini ada di sekitar Rp 2,4 juta per gram. Potensi naik baru terbuka pada November, saat emas dunia bisa menembus 4.400 dolar AS per troi ons,” tambahnya.

Di sisi lain, kondisi pasar emas fisik di sejumlah toko di Jakarta masih lesu. Para pedagang mengaku pembeli cenderung menahan diri, terutama di tengah menurunnya daya beli masyarakat. Sebagian besar toko kini mulai mengandalkan penjualan lewat marketplace untuk mempertahankan omzet.

“Pelanggan tetap masih jadi andalan, tapi transaksi lewat daring memang cukup membantu,” ujar salah satu pedagang di kawasan Cikini. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:PON, Ekonomi
wwwwww