Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
22 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
15 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
14 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
22 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Olympic

Kritik Hasan Nasbi Dijawab Purbaya: “Lebih Baik Terbuka daripada Diam dan Bikin Rakyat Curiga”

Kritik Hasan Nasbi Dijawab Purbaya: “Lebih Baik Terbuka daripada Diam dan Bikin Rakyat Curiga”
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Selasa, 28 Oktober 2025 07:32 WIB

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara menanggapi kritik dari mantan Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, yang menilai gaya komunikasinya terlalu frontal dan bisa menimbulkan kesan ketidakharmonisan di tubuh kabinet.

Menurut Purbaya, gaya komunikasinya yang tegas dan lugas bukanlah bentuk arogansi, melainkan strategi pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap negara.

“Kalau dibilang gaya saya seperti koboi, ya mungkin karena saya bicara apa adanya. Tapi niat saya jelas, agar masyarakat tahu pemerintah ini jujur dan transparan,” ujar Purbaya di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin (27/10/2025).

Purbaya menjelaskan, setiap pernyataan yang keluar darinya sudah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan, dirinya tidak pernah bertindak atau berbicara di luar jalur komunikasi istana.

“Saya ini hanya perpanjangan tangan Presiden. Apa yang saya sampaikan sudah melalui pembahasan. Jadi jangan dibilang saya asal bicara,” katanya.

Ia menilai gaya komunikasi terbuka penting untuk menghapus budaya “asal aman” dalam birokrasi. “Kadang pejabat terlalu hati-hati, semua ditutup, akhirnya rakyat malah curiga. Padahal yang dibutuhkan sekarang itu kejujuran dan transparansi,” lanjutnya.

Menkeu yang dikenal sebagai ekonom dengan gaya lugas itu juga membantah bahwa dirinya bermaksud menyerang kementerian lain saat mengomentari serapan anggaran. Menurutnya, pernyataan tersebut murni untuk memastikan belanja publik berjalan tepat waktu agar ekonomi nasional dapat tumbuh lebih cepat.

“Saya tidak mau mencari kesalahan siapapun. Saya hanya ingatkan bahwa uang rakyat harus segera digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan mengendap di kas,” ujarnya.

Sebelumnya, Hasan Nasbi dalam podcast pribadinya menilai gaya komunikasi Purbaya yang terlalu terbuka berpotensi memunculkan persepsi negatif terhadap soliditas pemerintahan.

“Kalau antarmenteri terus saling menyentil di depan publik, publik bisa menganggap pemerintah sedang retak. Padahal itu bisa jadi cuma beda pandangan,” kata Hasan.

Menurut Hasan, koreksi dan perdebatan internal semestinya dilakukan secara tertutup agar tidak menimbulkan kesan pemerintahan tidak kompak. “Ruang publik bukan tempat berdebat antarpejabat. Kalau dibiarkan, masyarakat bisa menilai pemerintah tidak solid,” tambahnya.

Menanggapi pandangan itu, Purbaya menilai keterbukaan justru memperkuat legitimasi pemerintah. “Kita sedang membangun kepercayaan publik. Kalau semua dibicarakan di belakang pintu tertutup, rakyat akan berpikir ada yang disembunyikan,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa gaya komunikasinya bukan sekadar “keras kepala”, tetapi mencerminkan gaya kepemimpinan era baru yang menuntut kecepatan, transparansi, dan tanggung jawab. “Zaman sekarang bukan waktunya basa-basi. Rakyat ingin pejabat yang bicara jujur dan berani bertanggung jawab,” tegasnya.

Menurut Purbaya, Presiden Prabowo justru mendorong para menterinya agar aktif menyampaikan fakta di lapangan, termasuk kendala yang dihadapi kementerian lain, demi mempercepat perbaikan sistem birokrasi.

“Pak Presiden ingin setiap menteri bicara dengan data, bukan pencitraan. Jadi kalau saya bicara apa adanya, itu bentuk loyalitas, bukan perpecahan,” katanya.

Purbaya juga mengaku siap dikritik karena meyakini komunikasi dua arah justru memperkaya proses pemerintahan. “Kritik itu sehat. Tapi jangan salah tafsir, keterbukaan bukan kelemahan, melainkan bukti bahwa pemerintah tidak takut diawasi,” ujarnya menutup pembicaraan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Olympic, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww