Rekan Indonesia Jatim Ajak Pemuda Wujudkan Kedaulatan Kesehatan
![]() |
| Ketua Rekan Indonesia Jawa Timur, Bagus Romadon. (Ist) |
Selasa, 28 Oktober 2025 07:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
KEDIRI- Peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober menjadi momentum bagi generasi muda Indonesia untuk meneguhkan semangat kemandirian, tidak hanya dalam bidang politik dan ekonomi, tetapi juga di sektor kesehatan.
Ketua Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) Provinsi Jawa Timur, Bagus Romadon menegaskan, pemuda masa kini harus menjadi pelopor dalam mewujudkan kedaulatan bangsa di bidang kesehatan.
Menurut Bagus, semangat Sumpah Pemuda 1928 harus diterjemahkan secara konkret dalam konteks zaman. Jika pemuda di masa lalu berjuang untuk kemerdekaan politik, maka generasi muda saat ini perlu memperjuangkan kemerdekaan kesehatan, yakni kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan medis secara mandiri.
"Kedaulatan kesehatan adalah bentuk kemerdekaan baru bagi bangsa Indonesia. Kita harus mampu berdiri di atas kaki sendiri, memproduksi alat medis, obat, dan vaksin tanpa ketergantungan penuh pada negara lain," kata melalui keterangan tertulis, Selasa (28/10/2025).
Ia menilai pandemi COVID-19 telah membuka mata banyak pihak tentang rapuhnya ketahanan sistem kesehatan nasional. Indonesia, kata dia, masih sangat bergantung pada impor alat kesehatan dan bahan baku obat dari luar negeri. Padahal, dengan dukungan riset, inovasi, serta kebijakan yang berpihak pada produksi dalam negeri, sebagian besar kebutuhan tersebut sebenarnya dapat dipenuhi sendiri.
"Kita tidak bisa bicara kedaulatan bangsa kalau untuk urusan dasar seperti kesehatan saja masih bergantung pada impor. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal martabat dan harga diri bangsa," jelasnya.
Bagus menekankan pentingnya peran pemuda dalam memperkuat sektor kesehatan nasional. Ia mencontohkan berbagai jaringan relawan kesehatan di daerah yang aktif memberikan pendampingan bagi pasien miskin, mengadvokasi layanan BPJS, hingga mengedukasi masyarakat tentang hak atas kesehatan.
Selain itu, banyak anak muda juga terlibat dalam pengembangan teknologi medis, aplikasi layanan kesehatan digital, dan penelitian bioteknologi.
Bagus menjelaskan, langkah-langkah ini mencerminkan bentuk baru semangat Sumpah Pemuda untuk mengubah semangat persatuan menjadi kekuatan inovasi dan solidaritas sosial.
"Sumpah Pemuda harus dimaknai ulang. Dulu mereka bersatu untuk melawan penjajahan politik. Sekarang, pemuda harus bersatu melawan ketergantungan dan ketimpangan dalam sistem kesehatan," ucapnya.
Bagus menambahkan, perjuangan untuk kedaulatan kesehatan bukan berarti menutup diri dari kerja sama internasional, melainkan memastikan bahwa Indonesia memiliki kendali atas kebijakan dan produksi kesehatan nasional.
"Kita harus mampu memproduksi kebutuhan medis sendiri, memperkuat riset dalam negeri, dan memastikan kesehatan menjadi hak, bukan barang mewah. Itulah makna baru dari kemerdekaan," tegasnya.
Bagus menyampaikan ajakan reflektif kepada generasi muda agar menjadikan momentum Sumpah Pemuda sebagai pengingat untuk tidak hanya bangga pada sejarah 1928, tetapi juga berani menulis sejarah baru bangsa.
"Kalau dulu mereka bersumpah satu tanah air dan satu bangsa, maka kini saatnya kita bersumpah untuk satu tubuh yang sehat dan satu bangsa yang berdaulat," pungkas Bagus. ***
| Kategori | : | Automotif, Jawa Timur |













