Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
21 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
21 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
21 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
21 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  PON

Purbaya Siapkan Langkah Agresif, Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen Tahun Ini dan 6 Persen di 2026

Purbaya Siapkan Langkah Agresif, Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen Tahun Ini dan 6 Persen di 2026
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mampu mencapai 5,2 persen year on year (yoy). (cnn indonesia/sakti darma abhiyoso).
Selasa, 28 Oktober 2025 13:21 WIB
JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan keyakinannya terhadap kekuatan ekonomi Indonesia yang masih solid di tengah ketidakpastian global. Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 mencapai 5,2 persen secara tahunan, dengan dorongan kuat dari kuartal terakhir tahun ini yang diharapkan menembus angka 5,5 persen.

“Triwulan keempat tahun ini saya harapkan pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen. Jadi, full year-nya bisa 5,2 persen,” ujar Purbaya dalam acara Economic Hari Keuangan Nasional di Studio CNN Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (27/10/2025).

Untuk menjaga momentum tersebut, Purbaya berencana mengalirkan kembali dana pemerintah yang selama ini tertahan di Bank Indonesia (BI) ke sistem keuangan nasional. “Kalau masih belum terlalu cepat, saya akan gelontorkan lagi uang dari kas di bank sentral ke perekonomian, supaya makin bergerak,” katanya.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi baru Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya, yang menggantikan Sri Mulyani sejak 8 September lalu. Ia menilai, masih banyak dana publik yang “tidur” di bank sentral dan belum memberikan manfaat langsung bagi ekonomi nasional.

“Selama beberapa tahun terakhir, uang pemerintah yang mengendap di BI pernah mencapai Rp500 triliun. Negara malah harus bayar bunga sekitar 6 persen per tahun dari dana itu. Bayangkan, kalau Rp400 triliun saja, bunganya bisa Rp24 triliun per tahun. Itu inefisiensi,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, Purbaya sudah menempatkan Rp200 triliun dana pemerintah ke lima bank BUMN untuk memperkuat likuiditas dan pembiayaan sektor riil. Rinciannya: BRI Rp55 triliun, BNI Rp55 triliun, Bank Mandiri Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) Rp10 triliun.

Ia juga menugaskan Direktorat Jenderal Anggaran untuk menelaah semua aspek hukum agar dana Rp400 triliun lainnya bisa dimasukkan ke dalam sistem APBN. Dengan begitu, dana besar yang selama ini tidak produktif bisa digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menurunkan defisit, dan memperkuat pembiayaan pembangunan.

“Saya suruh pelajari semua dasar hukumnya. Kalau bisa masuk ke APBN, saya bisa kurangi defisit atau gunakan untuk mendorong ekonomi lebih jauh,” jelasnya.

Purbaya menilai langkah optimalisasi kas negara ini sebagai bentuk efisiensi fiskal yang selama ini diabaikan. Ia ingin memastikan setiap rupiah uang negara bekerja untuk rakyat, bukan mengendap di rekening tanpa manfaat ekonomi. “Optimalisasi cash flow itu penting. Jangan biarkan uang negara tidur, padahal rakyat dan dunia usaha butuh dorongan,” ujarnya.

Selain memperkuat arus uang ke ekonomi, Purbaya juga berjanji untuk menjaga momentum pertumbuhan jangka menengah. Ia menargetkan laju ekonomi Indonesia dapat menembus 6 persen pada 2026, dengan dorongan investasi swasta dan percepatan proyek hilirisasi.

“Tahun depan saya harapkan bisa di atas 6 persen. Kalau semua program jalan, sektor swasta ikut aktif, maka di tahun kelima pemerintahan Pak Prabowo kita bisa melihat bayangan pertumbuhan 8 persen,” katanya penuh optimisme.

Purbaya menegaskan bahwa arah kebijakan fiskal ke depan tidak hanya fokus pada menjaga stabilitas, tetapi juga memastikan uang publik benar-benar menggerakkan roda ekonomi. Ia ingin mengubah paradigma keuangan negara dari sekadar penyimpan dana menjadi penggerak produktivitas nasional.

“Uang rakyat tidak boleh diam. Kalau ekonomi mau tumbuh cepat, uangnya harus bekerja. Pemerintah harus jadi motor, bukan rem,” tegasnya.

Optimisme Purbaya disambut sejumlah ekonom yang menilai langkah tersebut bisa mempercepat pemulihan ekonomi, asalkan dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu stabilitas moneter. Namun, bagi Purbaya, keberanian mengambil risiko adalah bagian dari strategi fiskal baru yang lebih proaktif.

“Ekonomi tidak akan tumbuh kalau kita terlalu berhati-hati. Sekarang waktunya uang negara bekerja untuk rakyat,” pungkasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:PON, Voli, Ekonomi, KONI
wwwwww