Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Asian Youth Games Bahrain 2025

Raih Perak, Timnas Voli Putri Indonesia Punya Identitas Permainan Sendiri

Raih Perak, Timnas Voli Putri Indonesia Punya Identitas Permainan Sendiri
Timnas Voli Putri Indonesia dengan medali perak Asian Youth Games Bahrain 2025. (NOC Indonesia)
Kamis, 30 Oktober 2025 13:38 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BAHRAIN – Timnas Voli Putri Indonesia mencetak prestasi gemilang di ajang Asian Youth Games (AYG) Bahrain 2025 dengan meraih medali perak, setelah bertarung sengit melawan Iran di babak final. Pertandingan berlangsung dramatis hingga set kelima dengan skor akhir 3–2 untuk Iran.

Pelatih Timnas Voli putri Indonesia, Marcos Sugiyama mengaku bangga dan tak menyangka timnya mampu menembus partai puncak dengan skuad muda yang dimiliki.

“Kami bangga bisa sampai di titik ini. Para pemain tampil luar biasa dan memberi permainan yang berarti bagi lawan-lawan mereka,” ujar Marcos usai pertandingan.

Perjalanan menuju final penuh cerita inspiratif. Sejak babak penyisihan, tim Indonesia yang tergabung di Pool C tampil solid. Mereka menang walkout atas Kazakhstan yang tidak hadir ke lapangan, dan menundukkan Chinese Taipei dengan skor 3–1.

Pada babak classification 1st–8th, tim yang dikapteni Syelomitha tampil impresif dengan kemenangan telak 3–0 atas Qatar. Meski sempat takluk dari Iran dengan skor 0–3 pada laga berikutnya, kekalahan itu justru menjadi motivasi untuk bangkit.

Semangat itu terbukti di babak perempat final, ketika Indonesia tampil dominan dan menumbangkan China dengan skor 3–0. Tren positif berlanjut di babak semifinal, di mana Syelomitha dkk menyingkirkan Thailand juga dengan skor meyakinkan 3–0.

Pertarungan final menghadirkan laga klasik melawan Iran, yang sudah menjadi rival kuat di level Asia. Set pertama berlangsung sengit dan dimenangkan Iran 28–26. Indonesia bangkit di dua set berikutnya dengan skor 25–20 dan 25–18. Namun Iran kembali menyamakan kedudukan di set keempat (25–17) dan akhirnya menutup laga di set penentuan dengan skor ketat 16–14.

Meski harus puas dengan medali perak, pencapaian ini melampaui target Timnas Voli Putri Indonesia. “Penampilan mereka sangat cerdas dan solid. Kami memang sempat kehilangan momentum di beberapa momen penting, terutama di tie break, tapi secara keseluruhan perkembangan tim ini luar biasa,” ungkap Marcos.

“Tim pelatih bekerja keras membangun fondasi kuat bagi generasi muda ini. Saya yakin para pemain ini memiliki talenta besar dan akan menjadi tulang punggung tim senior Indonesia di masa depan,” lanjutnya.

Sebagai pelatih yang baru bergabung sejak Mei 2025, Marcos juga menyoroti karakter permainan yang mulai terbentuk di skuad muda ini.

“Saya melihat voli Indonesia mulai memiliki identitas permainan sendiri, mirip dengan gaya Jepang tapi dengan karakter khas Indonesia. Tantangannya kini adalah menjaga disiplin dan konsistensi,” tutupnya. ***

wwwwww