Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Federasi Internasional Cabor Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Ajang Olahraga Dunia

Federasi Internasional Cabor Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Ajang Olahraga Dunia
Raja Sapta Oktohari dan David Lappartient Presiden UCI (dua dari kiri). (NOC Indonesia)
Kamis, 30 Oktober 2025 13:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution
LAUSANNA - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mendapat banyak dukungan dari Presiden Federasi Internasional (IF) yang hadir dalam IF Forums 2025 di The Olympic Museum, Lausanne, Swiss. Dukungan ini muncul menyusul keputusan IOC Executive Board yang memberikan rekomendasi agar IF meninjau kembali penyelenggaraan kejuaraan dunia di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, para pimpinan IF menyampaikan apresiasi atas kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional. Deretan preseden baik mulai dari Asian Games 2018, Asian Para Games 2018, hingga single event olahraga lain menegaskan keinginan mereka untuk tetap menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama penyelenggaraan event olahraga dunia.

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari yang hadir langsung pada IF Forum tersebut, banyak bertemu dengan Presiden-Presiden IF yang memberikan dukungan kepada Indonesia untuk tetap menggelar event olahraga internasional.

“Banyak Presiden Federasi Internasional datang langsung kepada kami dan menyampaikan keinginan untuk tetap menggelar kejuaraan di Indonesia. Ini membuktikan bahwa Indonesia bukan hanya strategis secara geografis, tetapi juga memiliki daya tarik tersendiri dan reputasi yang baik dalam menyelenggarakan event internasional,” ujar Okto, panggilan karibnya.

Okto menambahkan bahwa dukungan yang mengalir dari berbagai IF menjadi bukti kepercayaan dunia olahraga terhadap kemampuan Indonesia sebagai tuan rumah.

“Jadi, kita mendapat dukungan dari banyak cabang olahraga yang ingin Indonesia tetap menjadi tuan rumah ajang internasional. Mereka bahkan siap membantu berbicara dan mendukung di forum-forum lainnya. Apapun situasinya, situasi itu harus dicarikan solusinya dan solusinya harus yang terbaik untuk semua pihak,” tegas Okto.

Lebih lanjut, Okto menjelaskan bahwa menjadi tuan rumah bukan hal yang sederhana dan penuh konsekuensi.  “Ketika Indonesia menjadi tuan rumah, banyak pihak yang terlibat dan banyak biaya yang dikeluarkan. Semua aspek, mulai dari teknis, logistik, hingga broadcast harus dipikirkan dengan matang. Hal-hal ini disadari oleh para Presiden Federasi Internasional, dan mereka memahami bahwa Indonesia selalu berkomitmen menjaga standar tertinggi dalam penyelenggaraan event olahraga dunia,” jelasnya.

NOC Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga hubungan baik dengan IOC dan seluruh IF, serta memastikan bahwa semangat sportivitas dan nilai-nilai Olimpiade tetap dijunjung tinggi dalam setiap penyelenggaraan kegiatan olahraga di Tanah Air.

“Kami percaya bahwa olahraga seharusnya menjadi jembatan perdamaian dan persahabatan antarbangsa. NOC Indonesia akan terus menjadi mitra konstruktif bagi IOC dan IF dalam menjaga akses bagi seluruh atlet dunia untuk berkompetisi,” tutup Okto. ***

wwwwww