Dipo Bangga Al Fathih Mampu Cetak Prestasi ke Final
![]() |
| Ketua Umum POUI Dipo Nurhadi Ilham (pakai topi) dan Pangeran Fahd bin Jalawi bin Abdulaziz Al Saud, Presiden World Camel Sport. (Ist) |
Penulis: Azhari Nasution
BAHRAIN - Indonesia mencatatkan sejarah baru dalam dunia olahraga internasional dengan keikutsertaannya untuk pertama kali pada cabang balap unta (camel racing) pada Asian Youth Games (AYG) Bahrain 2025.
Partisipasi ini dipelopori oleh Perkumpulan Olahraga Unta Indonesia (POUI), organisasi resmi yang menaungi pengembangan olahraga unta di Tanah Air. Dalam persiapannya, POUI mengirimkan empat atlet muda terdiri dari dua putra dan dua putri untuk mengikuti training camp di awal Oktober 2025, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, sebelum berlaga di ajang AYG 2025.
Pada kompetisi tersebut, salah satu atlet Timnas Balap Unta Indonesia, Al Fathih Abdillah, berhasil mencetak prestasi dengan lolos ke babak final dan menyelesaikan lomba di posisi ke-11 dari total 16 peserta. Capaian ini menjadi langkah awal yang membanggakan bagi Indonesia dalam menapaki olahraga yang selama ini didominasi negara-negara Timur Tengah.
Presiden POUI, Dipo Nurhadi Ilham, hadir langsung di lokasi pertandingan untuk memberikan dukungan kepada para atlet. Dipo duduk berdampingan dengan Pangeran Fahd bin Jalawi bin Abdulaziz Al Saud, Presiden World Camel Sport sekaligus Wakil Presiden Saudi Olympic Committee.
Pangeran Fahd menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap partisipasi Indonesia dalam ajang AYG 2025. Dia menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara Asia dalam memperluas jangkauan dan daya tarik olahraga balap unta.
[IMAGE-1]
Menanggapi hal tersebut, Dipo, panggilan karib Dipo Nurhadi Ilham mengaku bangga atas pencapaian Timnas Indonesia. “Kami sangat senang bisa membawa Indonesia mencatat sejarah baru di ajang internasional ini. POUI akan terus berkomitmen memajukan olahraga unta di Indonesia, baik dalam pembinaan atlet maupun kerja sama dengan federasi internasional,” ujar Dipo.
Keikutsertaan Indonesia di ajang AYG 2025 menjadi momentum penting dalam memperkenalkan olahraga balap unta ke kancah nasional dan memperluas jejaring olahraga tradisional lintas budaya di Asia. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













