Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
3 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
2 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
4
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
2 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
2 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Sepakbola
3 jam yang lalu
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Home  /  Berita  /  Olympic

Tragedi di Tanjakan Cae Sumedang, Empat Nyawa Melayang Akibat Elf Terguling Saat Hujan

Tragedi di Tanjakan Cae Sumedang, Empat Nyawa Melayang Akibat Elf Terguling Saat Hujan
Kecelakaan maut melibatkan mobil penumpang elf terjadi di Jalan Malangbong-Wado, Dusun Cilangkap, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 20.10 WIB. Akibatnya, tiga orang penumpang meninggal dunia dan 17 orang alami luka-luka.
Minggu, 02 November 2025 20:48 WIB

BANDUNG – Duka masih menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut mobil elf di Tanjakan Cae, Jalan Malangbong–Wado, Kabupaten Sumedang. Satu korban luka berat bernama Sarnawi meninggal dunia setelah sempat dirawat intensif di rumah sakit. Dengan demikian, total korban tewas akibat peristiwa tragis itu menjadi empat orang.

“Korban meninggal bertambah menjadi empat orang, yakni Sarnawi, Tasa, Esih, dan Mulya,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Ahad (2/11/2025).

Peristiwa nahas itu terjadi Sabtu (1/11/2025) malam ketika elf berpenumpang 19 orang melaju dari arah Malangbong menuju Wado. Saat kejadian, hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Mobil yang dikemudikan Dedeng mencoba menyalip kendaraan di depannya, namun kehilangan kendali di tikungan tajam.

“Setelah melewati jalan menikung ke kiri, kendaraan justru oleng ke kanan dan menabrak tebing halaman rumah warga hingga terbalik miring ke kanan,” jelas Hendra. 

Benturan keras membuat tiga penumpang meninggal di lokasi, sementara belasan lainnya mengalami luka berat dan ringan. Elf mengalami kerusakan parah di bagian depan dan sisi kanan kendaraan.

Hendra mengatakan kecelakaan itu diduga akibat kelalaian pengemudi yang memaksakan diri menyalip di tengah hujan dan jalan menurun. “Kecelakaan diduga karena kurang hati-hati. Kondisi jalan licin dan tikungan tajam membuat kendaraan tidak terkendali,” ujarnya.

Polisi kini menahan pengemudi elf untuk diperiksa lebih lanjut dan memastikan unsur kelalaian dalam kasus tersebut. “Sopir dijerat pasal 310 ayat (4), (3), dan (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” tegasnya.

Sementara itu, seluruh korban luka telah dievakuasi ke RSUD Sumedang untuk mendapatkan perawatan. Kendaraan yang ringsek dibawa ke Unit Gakkum Satlantas Polres Sumedang sebagai barang bukti, sementara sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan.

Tragedi di Tanjakan Cae menambah daftar panjang kecelakaan di jalur rawan Sumedang–Garut. Warga sekitar berharap pemerintah dan kepolisian meningkatkan pengawasan dan memasang rambu tambahan di jalur curam tersebut agar kejadian serupa tak terulang. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Olympic, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww