Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
14 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
10 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
16 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
10 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
23 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  Olympic

Menguak Rahasia Puing ACC Kwitang: Mengapa Dua Jasad Baru Ditemukan Setelah Dua Bulan?

Menguak Rahasia Puing ACC Kwitang: Mengapa Dua Jasad Baru Ditemukan Setelah Dua Bulan?
Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Pusat menemukan dua kerangka manusia dalam keadaan hangus di gedung Astra Credit Companies (ACC) Kwitang, Jakarta Pusat, 30 Oktober 2025. (Dok. Polres Metro Jakarta Pusat)
Rabu, 05 November 2025 19:24 WIB

JAKARTA – Dua bulan setelah demonstrasi besar yang berakhir ricuh di depan Mako Brimob Kwitang, publik kembali dikejutkan oleh penemuan dua kerangka manusia di lantai dua Gedung Astra Credit Company (ACC), Jakarta Pusat. Penemuan ini langsung dikaitkan dengan dua demonstran yang dilaporkan hilang sejak aksi pada 29 Agustus 2025: Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputradewo.

Gedung ACC, yang terbakar habis saat bentrokan terjadi, sempat dianggap telah diperiksa tuntas. Namun, kenyataan berkata lain. Pihak pengelola menemukan dua kerangka saat proses pembersihan puing, lalu segera melaporkannya ke kepolisian.

“Kerangka ditemukan dalam posisi terjebak di bawah reruntuhan lantai atas, sehingga tidak terlihat saat olah tempat kejadian pertama kali,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermawan, Rabu (5/11/2025).

Budi menjelaskan, kedua kerangka itu telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri untuk proses identifikasi forensik. “Proses pemeriksaan DNA sedang dilakukan dan hasilnya akan kami umumkan pada Jumat (7/11/2025). Kami libatkan pihak keluarga dan lembaga independen seperti Kontras agar prosesnya transparan,” katanya.

Namun, muncul pertanyaan publik: mengapa jasad itu baru ditemukan setelah dua bulan? Kepala Bidang Operasi Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Suheri, memberi penjelasan.

“Saat kerusuhan terjadi, kami hanya bertugas memadamkan api. Karena lokasi termasuk area konflik, kewenangan pemeriksaan ada di kepolisian. Kami tidak memiliki mandat mencari korban di lokasi bentrok,” ujarnya.

Suheri menambahkan, setelah api berhasil dipadamkan, petugas damkar langsung ditarik. “Setelah itu, area ditutup dan hanya aparat keamanan yang boleh masuk,” katanya.

Sementara itu, Executive Vice President Corporate Communication PT ACC, Riadi Prasodjo, menegaskan bahwa gedung tersebut sudah tidak beroperasi sejak sebelum demonstrasi. “Kami sudah memindahkan kegiatan ke cabang lain sejak sebelum 29 Agustus. Gedung hanya dijaga petugas keamanan eksternal,” ujarnya.

Menurut Riadi, pemeriksaan pasca-kebakaran dilakukan oleh tim pemadam dan polisi. “Tidak ada indikasi korban manusia ditemukan pada saat itu,” tegasnya.

Kepolisian kini tengah menelusuri keterkaitan antara temuan kerangka dan laporan orang hilang yang disampaikan keluarga dua demonstran melalui Kontras. “Kami membuka kembali semua laporan dan melakukan pencocokan DNA serta data sidik tulang,” kata Budi.

Dalam beberapa pekan terakhir, publik menyoroti lambannya proses pencarian dua korban hilang itu. Polda Metro Jaya menegaskan telah membentuk posko khusus dan melakukan patroli digital untuk mencari informasi tambahan. “Kami juga menyebarkan data mereka ke seluruh jajaran kepolisian dan lembaga terkait,” ujar Budi.

Kontras menyambut penemuan ini dengan hati-hati. Lembaga itu menyebut kasus ini sebagai “tanda tanya yang mulai menemukan jawaban,” namun menegaskan pentingnya investigasi terbuka. “Dua nyawa muda hilang di tengah demonstrasi, dan negara punya tanggung jawab untuk menjelaskan kebenaran secara utuh,” kata salah satu perwakilannya. 

Dua kerangka di bawah puing Gedung ACC Kwitang kini menjadi simbol dari tragedi sosial yang lebih besar — tentang demonstrasi yang berakhir dengan kehilangan, dan tentang bagaimana keadilan sering kali ditemukan terlambat, di antara abu dan reruntuhan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Olympic, Metropolitan, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww