DPR Panggil Menhan dan Panglima TNI Bahas Ledakan di SMA 72, Insiden Sekolah Jadi Sorotan Nasional
![]() |
| Petugas keamaan melakukan penjagaan pada pintu masuk usai terjadi ledakan di SMAN 72, Jakarta. |
JAKARTA – Insiden ledakan di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta yang menewaskan puluhan siswa luka-luka mulai mendapat perhatian serius dari parlemen. Komisi I DPR RI menjadwalkan rapat kerja khusus bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto guna membahas aspek keamanan dan pengawasan pasca peristiwa tersebut.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Laksono, mengatakan rapat yang rencananya digelar Selasa (11/11/2025) itu akan membahas sejumlah isu strategis, termasuk kejadian ledakan di SMA 72 Kelapa Gading.
“Dalam raker besok dengan Kementerian Pertahanan, salah satu isu yang pasti akan kita bahas adalah soal insiden di SMAN 72,” kata Dave di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (9/11/2025).
Meski belum membeberkan detail agendanya, Dave menegaskan bahwa pihaknya akan meminta penjelasan terkait langkah antisipasi dan deteksi dini dalam kasus tersebut.
“Ini bukan sekadar kejadian tunggal. Kita ingin tahu sejauh mana sistem keamanan nasional, termasuk aspek edukasi, mampu mencegah peristiwa seperti ini,” ujarnya.
Ledakan yang mengguncang SMA 72 Kelapa Gading, Jumat (7/11/2025), menimbulkan gelombang kekhawatiran di masyarakat. Data terakhir mencatat 96 korban luka, dengan 29 orang masih dirawat di berbagai rumah sakit di Jakarta.
Peristiwa ini bukan hanya soal kecelakaan, tetapi juga membuka diskusi baru tentang potensi kerentanan anak muda terhadap eksperimen berbahaya dan lemahnya pengawasan lingkungan sekolah.
“Peristiwa di sekolah menengah harus jadi alarm bagi semua pihak. Kami ingin memastikan aspek pendidikan, keamanan, dan ketahanan sosial mendapat perhatian yang sama,” kata Dave.
Polisi Amankan Pelaku, DPR Desak Investigasi Menyeluruh
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memastikan bahwa terduga pelaku ledakan adalah siswa sekolah tersebut. Saat ini, tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Densus 88 Antiteror Polri masih mendalami motif dan latar belakang pelaku.
“Pelaku sudah diamankan. Saat ini masih didalami identitas, lingkungan, serta motifnya,” ujar Kapolri.
Meski sempat beredar kabar pelaku mengalami perundungan (bullying), polisi belum memastikan hal tersebut. “Motif masih kami dalami, semua informasi akan dikumpulkan agar jelas dan akurat,” tegas Listyo.
Sementara itu, DPR menilai keterlibatan lintas lembaga penting agar kasus ini tidak berhenti di ranah pidana semata. Komisi I menekankan perlunya sinkronisasi antara pertahanan nasional, keamanan publik, dan pendidikan untuk mencegah tragedi serupa terulang.
“Insiden ini menjadi refleksi bahwa keamanan tak hanya soal militer, tetapi juga soal kesadaran sosial dan pendidikan karakter,” kata Dave menutup pernyataannya. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tribunnews.com |
| Kategori | : | Nasional, Umum, Beladiri, DKI Jakarta |













