Limbah di Jaktim Dijadikan Biogas, Capai Zero BABS
![]() |
| Peresmian instalasi septik komunal. (Ist) |
Kamis, 13 November 2025 12:53 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meresmikan instalasi biogas komunal di tiga kelurahan Jakarta Timur, yakni Pekayon, Rambutan, dan Bidara Cina. Peresmian ini menandai capaian penting: wilayah tersebut kini bebas 100 persen dari praktik buang air besar sembarangan (BABS).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung disaksikan Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, dan perwakilan warga penerima manfaat.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut keberhasilan ini sebagai bukti nyata pengelolaan sanitasi komunal yang terintegrasi dengan pemanfaatan limbah menjadi sumber energi ramah lingkungan.
"Jakarta Timur kini sepenuhnya bebas BAB terbuka. Semua sudah memanfaatkan sistem sanitasi yang sehat dan ramah lingkungan. Program seperti ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga ekonomi keluarga," ujar Gubernur saat meresmikan Instalasi Septik Komunal dengan Pemanfaatan Biogas di Pekayon, Jakarta Timur, Kamis (13/11/2025).
Ia menjelaskan, biogas hasil olahan limbah rumah tangga kini dimanfaatkan warga untuk memasak. Berdasarkan perhitungan Pemprov DKI, keluarga dengan dua anak dapat menghemat hingga Rp1,2 juta per tahun dari penggunaan energi alternatif tersebut.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menjelaskan, pihaknya berhasil menekan perilaku BABS menjadi nol persen berkat pembangunan sistem tangki septik komunal yang terhubung ke instalasi biogas.
"Dulu, sebagian warga belum memiliki fasilitas sanitasi memadai. Sekarang, semua sudah tertangani. Limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini diubah menjadi biogas yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga," ujar Munjirin.
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi sehat.
Warga penerima manfaat juga mengaku puas dengan hasilnya. Selain hemat, energi biogas dinilai lebih bersih dan aman. Salah seorang warga RW 01 Rambutan bahkan menyebut, “Apinya joss, Pak,” saat berbincang dengan Gubernur.
Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Agung Nugroho menilai, capaian Pemprov DKI di Jakarta Timur berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat.
"Ketika perilaku BAB sembarangan bisa ditekan hingga nol persen, otomatis risiko penyakit berbasis lingkungan ikut menurun, mulai dari diare, infeksi saluran pencernaan, hingga stunting," kata Agung.
Ia menambahkan, program sanitasi berkelanjutan ini menjadi fondasi penting dalam pembangunan kesehatan dan lingkungan kota.
"Pemanfaatan biogas dari limbah rumah tangga juga sejalan dengan visi Pemprov DKI dalam mewujudkan kota berketahanan iklim, sekaligus mendukung pengurangan emisi dan penggunaan energi terbarukan," pungkas Agung. ***
| Kategori | : | Badminton, Lingkungan, DKI Jakarta |













