Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Badminton

‎Operasi Zebra Serentak Jelang Nataru, Pelanggar Lalu Lintas Siap-Siap Ditindak

‎Operasi Zebra Serentak Jelang Nataru, Pelanggar Lalu Lintas Siap-Siap Ditindak
Ilustrasi operasi zebra. (Ist)
Kamis, 13 November 2025 16:59 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA- Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bakal menggelar Operasi Zebra mulai 17 November hingga 30 Desember 2025. Operasi ini digelar untuk menjaga ketertiban dan keamanan lalu lintas di Ibu Kota.

"Hari Senin (17 November 2025) itu gelar pasukan langsung melaksanakan Operasi Zebra. Jadi, Operasi Zebra ini merupakan operasi cipta kondisi menjelang Natal dan Tahun Baru," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin, Kamis (13/11/2025).

‎
‎Ia menjelaskan, petugas akan fokus menindak pelanggaran kasat mata, seperti pengendara tanpa helm dan penggunaan knalpot bising atau tidak sesuai standar.
‎
‎"Targetnya untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran yang disasar itu pelanggaran kasat mata, seperti penggunaan helm, kemudian juga knalpot-knalpot yang tidak sesuai, itu yang kita sasar," jelas Komarudin.
‎
‎Penindakan akan dilakukan dengan sistem hunting system, yakni patroli keliling tanpa razia stasioner.
‎
‎"Jadi, bukan razia-razia konsep stasioner, kita hunting system, nanti kita akan berpatroli keliling menemukan pelanggaran. Nanti kita lihat jenis pelanggarannya, apakah itu cukup dengan teguran simpati atau memang harus ditilang," ungkapnya. ***

Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Badminton
wwwwww