Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
14 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Carlos Pena Tidak Suka Bahas Tiga Pertandingan Secara Bersamaan

Carlos Pena Tidak Suka Bahas Tiga Pertandingan Secara Bersamaan
Persita Tangerang. (Ileague.id)
Senin, 17 November 2025 22:35 WIB
Penulis: Azhari Nasution
TANGERANG - Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena menilai bahwa tiga pertandingan tandang yang dijalani oleh Pendekar Cisadane di Super League 2025/2026 memiliki tingkat perbedaan. Walaupun Persita menjalaninya dalam kurun waktu 10 hari, Pena memandang ketiga laga tersebut sangat berbeda.

Persita meraih dua hasil imbang, masing-masing melawan Bali United FC (0-0) dan Bhayangkara Presisi Lampung FC (1-1). Dan di laga melawan PSBS Biak, Pendekar Cisadane tumbang dengan skor 1-2.

“Saya tidak suka membahas ketiga pertandingan tersebut secara bersamaan, karena menurut saya ketiga pertandingan tandang itu sangat berbeda,” ujar Pena.

“Pertandingan pertama melawan Bali United, mereka menuntut kami untuk tampil hampir sempurna dalam bertahan, karena Bali United sangat baik dalam penguasaan bola dan mereka mengendalikannya hampir sepanjang pertandingan. Meskipun demikian, kami juga menciptakan beberapa peluang dan saya pikir di akhir pertandingan, hasil imbang ini adil bagi kedua tim,” paparnya.

Di laga melawan Bhayangkara FC, Persita unggul lebih dulu di penghujung laga melalui gol dari Pablo Ganet, sebelum tuan rumah mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

“Tetapi saya pikir penampilan tim sangat komplet. Kami bisa mencetak gol, kami menciptakan beberapa peluang bagus, tetapi kami tidak mampu mempertahankan hasil di menit-menit akhir. Tim bermain sangat baik dalam pertandingan yang sangat sulit. Tidak banyak tim yang akan mendapatkan poin ketika bermain di stadion itu."

Sementara itu di Sleman, Pena mengakui bahwa penampilan Persita di bawah ekspektasi yang diinginkan. Ia berharap tim bisa belajar banyak dari laga terakhir melawan PSBS Biak.

“Dan pertandingan terakhir melawan PSBS Biak, kami tidak bermain sesuai level kami. Mereka memenangkan sebagian besar duel selama pertandingan dan mereka menunjukkan lebih banyak rasa lapar dan keinginan untuk menang. Jadi, mereka pantas mendapatkan 3 poin itu."

“Jadi, sebagai kesimpulan, kami menghadapi berbagai pertandingan, semuanya tentu saja sangat sulit, dan kami telah bersaing dengan sangat baik di dua dari tiga pertandingan. Kami harus belajar dari pertandingan terakhir, dan harus sadar jika kami tidak memberikan lebih dari 100% kemampuan kami di pertandingan mana pun, siapa pun bisa mengalahkan kami,” pungkasnya.

Dari 11 pertandingan yang sudah dijalani musim ini, Persita memiliki 18 poin dan duduk di peringkat tujuh klasemen sementara Super League 2025/2026. ***

wwwwww