Try Out KJP di Jaktim Membludak, Munjirin Siapkan Hingga Lima Tahap
![]() |
| Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin saat mengunjungi SMA Negeri 62 Jakarta Timur, Selasa, (18/11/2025). |
Selasa, 18 November 2025 11:17 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menyelenggarakan program Try Out Kartu Jakarta Pintar (KJP) tahap kedua untuk pelajar SMA Negeri.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengatakan, kegiatan hari ini menjadi lanjutan dari program yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan mendapat respons positif dari para peserta didik.
Munjirin menjelaskan, Try Out tahap pertama yang diluncurkan bersamaan dengan peresmian program diikuti oleh 441 pelajar. Pada pelaksanaan tahap kedua ini, jumlah peserta melonjak menjadi 2.236 peserta didik dari sejumlah SMA Negeri di Jakarta Timur.
"Alhamdulillah, hari ini kita laksanakan program Try Out KJP yang kedua dan ini sisanya yang kedua itu kita laksanakan 2.236 yang hari ini mulai di sejumlah sekolah yang ada di Jakarta Timur, khususnya SMA Negeri," kata Munjirin, di SMAN 62, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (18/11/2025).
Munjirin memastikan, seluruh pelaksanaan disiapkan sesuai standar oleh lembaga bimbingan belajar NAIJU yang ditunjuk sebagai mitra.
Saat meninjau langsung beberapa ruang ujian, Munjirin mendapati peserta didik mengikuti Try Out dengan antusias. Banyak peserta didik justru berharap frekuensi kegiatan ini ditambah.
"Saya tanya, senang nggak dengan program ini? Nggak taunya jawabannya minta ditambah. Memang rencana pelaksanaan ini tidak hanya sekali saja, tapi sampai empat atau lima kali menjelang ujian," bebernya.
Munjirin menegaskan, tujuan utama program ini adalah memberikan kesetaraan kesempatan belajar bagi seluruh siswa, khususnya dari keluarga kurang mampu. Try Out dan bimbingan belajar yang biasanya berbayar di luar sekolah kini bisa diakses secara gratis melalui fasilitas KJP.
"Ini sebenarnya lebih kepada memberikan kesempatan dan kesetaraan antara siswa yang mungkin secara ekonomi bisa menikmati bimbel dengan siswa yang mungkin orang tuanya kurang mampu. Jadi kesempatan yang sama ini untuk persiapan memasuki perguruan tinggi," jelasnya.
Ia menambahkan, Try Out KJP dirancang untuk memastikan kesetaraan kesempatan bagi seluruh pelajar, terutama mereka yang tidak memiliki akses ke bimbingan belajar atau Try Out berbayar.
"Melalui program ini, kita ingin memastikan semua pelajar memiliki kesempatan yang sama dalam mempersiapkan diri masuk perguruan tinggi," ungkapnya.
Pelaksana teknis dari NAIJU, Taufik Tope Rendusara menilai, program ini berperan penting dalam membuka akses latihan terstruktur bagi penerima manfaat KJP.
"Banyak siswa KJP yang sebenarnya punya potensi besar, tetapi tidak memiliki akses ke latihan soal dan evaluasi rutin seperti siswa yang mengikuti bimbel berbayar. Melalui try out ini, mereka bisa mengetahui posisi awal, kelemahan, sekaligus strategi belajar yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi seleksi perguruan tinggi," terangnya.
Aktivis pendamping warga miskin kota, Iswadi menyebut, kebijakan Pemprov DKI mengadakan Try Out KJP memberikan peluang besar bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
"Selama ini banyak anak ingin ikut bimbel atau try out, tapi biayanya tidak terjangkau. Dengan program ini, mereka bisa merasakan pengalaman yang sama seperti siswa dari keluarga mampu," ucapnya.
Menurut Iswadi, manfaat program ini bukan hanya pada latihan soal, tetapi juga pada tumbuhnya keberanian dan kepercayaan diri pelajar bahwa perguruan tinggi negeri tetap terbuka bagi seluruh kalangan.
Program Try Out KJP ini akan berlanjut hingga Februari mendatang dengan beberapa tahap tambahan. Pemkot Jakarta Timur berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapan siswa menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi negeri yang lebih terjangkau secara biaya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Umum, DKI Jakarta |













