Dugaan Korupsi Pakan Ragunan Viral, Pengelola Nyatakan Terbuka untuk Pemeriksaan
![]() |
| Pengunjung melihat burung pelican saat libur panjang Maulid Nabi di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Jumat (5/9/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) |
JAKARTA – Isu dugaan penyelewengan pakan satwa di Taman Margasatwa Ragunan memicu kegaduhan setelah unggahan di media sosial menuding adanya praktik membawa pulang daging sapi dan ayam oleh petugas. Unggahan tersebut bahkan menyebut pakan satwa dijual kembali sehingga membuat kondisi hewan menjadi kurus.
Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak sesuai fakta. Ia memastikan seluruh proses pengelolaan pakan berjalan transparan dan siap dibuktikan melalui inspeksi mendadak.
"Iya, kami sangat terbuka jika ada sidak," ucapnya, dikutip dari Antara, Senin (17/11/2025).
Wahyudi menyebut pengelola TMR siap menerima kedatangan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk meninjau langsung kondisi di lapangan. "Rencananya, Pak Gubernur akan meninjau ke Ragunan," sambungnya.
Pengelola menjelaskan bahwa pengadaan pakan dilakukan melalui prosedur ketat. Setiap tahapan, mulai dari pembelian bahan, proses penyiapan, hingga pendistribusian ke satwa, berada dalam pengawasan kurator, dokter hewan, nutrisionis, pengelola pakan, dan perawat satwa. Pengawasan berlapis ini disebut membuat praktik penyelewengan tidak mungkin terjadi.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah membantah isu viral yang menyebut petugas membawa pulang pakan satwa. Ia memastikan kualitas dan ketersediaan pakan di Ragunan terjaga.
Dengan sikap terbuka dari pengelola TMR dan bantahan langsung dari Gubernur DKI, isu yang menimbulkan kekhawatiran publik mengenai kesejahteraan satwa di Ragunan diharapkan segera mereda. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | jawapos.com |
| Kategori | : | Olympic, DKI Jakarta |













