Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
12 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
19 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
5
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
20 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
6
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
11 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Home  /  Berita  /  Automotif

‎Hari Anak Internasional: FAKTA Peringatkan Negara Masifnya Serbuan Industri Rokok ke Anak

‎Hari Anak Internasional: FAKTA Peringatkan Negara Masifnya Serbuan Industri Rokok ke Anak
Ilustrasi anak merokok. (Ist)
Rabu, 19 November 2025 16:42 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Memperingati Hari Anak Internasional 20 November 2025, Forum Warga Kota Indonesia (FAKTA) Indonesia menegaskan bahwa jutaan anak masih menjadi target empuk industri rokok karena lemahnya perlindungan negara.

‎Sekretaris Jenderal FAKTA Indonesia, Tubagus Haryo Karbyanto mengungkap prevalensi perokok usia 10-18 tahun telah mencapai 7,4%, sementara 1 dari 5 pelajar SMP–SMA menggunakan tembakau. Lebih parah, 60,6% pelajar perokok tidak pernah ditolak saat membeli rokok meski di bawah umur. Rokok batangan seharga Rp1.000-2.000 disebut menjadi pintu masuk kecanduan yang paling mudah.

‎
‎FAKTA menilai industri rokok sengaja membanjiri ruang hidup anak dari media sosial, influencer, konser musik, hingga warung dekat sekolah dengan promosi yang membungkus rokok sebagai gaya hidup modern. 
‎
‎"Negara masih ragu memihak anak," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, (19/11/2025).
‎
‎Sementara banyak negara menargetkan generasi bebas rokok, Indonesia disebut masih berputar pada masalah dasar seperti penjualan ketengan dan regulasi yang longgar.
‎
‎FAKTA mendorong pemerintah mengambil langkah tegas, mulai dari target Indonesia Bebas Rokok 2045, larangan rokok batangan, reformasi cukai, penegakan ketat KTR, hingga menghentikan seluruh sponsorship industri rokok di dunia pendidikan. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Automotif
wwwwww