Motto Cetak Atlet Kaliber Dunia, Pengprov WI Jakarta Butuh Tempat Latihan dan Akses Sekolah
![]() |
| Tjokro Gunawan saat menerima bendera Wushu DKI Jakarta dari Ketua KONI DKI Jakarta Prof Hidayat Humaid disaksiskan Sekjen PB WI Ngatino. (Ist) |
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Pengurus Provinsi (Pengprov) WI DKI Jakarta akan tetap mengusung motto melahirkan atlet berkaliber dunia dalam upaya mempertahankan prediket wushu DKI Jakarta yang telah menjadi salah satu kekuatan utama dalam dunia wushu nasional.
“Motto ini bukan sekadar slogan. Kami akan terus melahirkan atlet kaliber dunia yang bisa membawa harum nama bangsa dan negara Indonesia di ajang event regional dan internasional,” kata Ketua Pengprov WI DKI Jakarta periode 2025-2029, Tjokro Gunawan usai dikukuhkan Sekjen PB WI Ngatino yang mewakili Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto di Aula KONI DKI Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Apa yang diungkapkan Gunawan Tjokro itu memang fakta. Pada SEA Games Thailand 2025, sebanyak tiga atlet DKI Jakarta mengisi skuad Timnas Wushu Indonesia. Ada Edgard Xavier Marvelo yang sudah berulangkali mengibarkan Merah Putih di ajang single dan multi event internasional, lalu Eugenia Diva Widodo dan Patricia Geraldine dengan prestasi cemerlang pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2023 lalu.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi atlet wushu DKI Jakarta, kata Tjokro Gunawan, pihaknya akan membangun sistem pembinaan yang modern, ilmiah, dan berkelanjutan dengan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.
“Ini adalah komitmen Pengprov WI DKI Jakarta bahwa organisasi akan dijalankan dengan semangat profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas agar kepercayaan publik dan prestasi dapat berjalan seiring,” tegasnya.

Tidak hanya itu saja, Tjokro Gunawan juga siap menjawab tantangan PB WI untuk mencetak atlet sanda berkualitas, wasit/juri internasional dan juga menambah event dalam upaya lebih memassalkan olahraga wushu di DKI Jakarta. “Ya, kita memang sudah merencanakan akan menambah event. Kita akan buat di Mall sehingga bisa menarik minat anak-anak di Jakarta untuk bisa menekuni olahraga wushu,” jelasnya.
Tidak hanya berbicara prestasi nasional, Tjokro Gunawan juga mengungkapkan kontribusi wushu DKI Jakarta dalam menopang prestasi olahraga DKI Jakarta. Pada tahun 2025, Wushu DKI Jakarta menempati peringkat kedua dengan 7 medali emas pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), menjadi juara umum dengan 11 medali emas, 11 perak, dan 4 perunggu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri, dan menempati peringkat kedua dengan mengoleksi 6 medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS).
Dalam mencapai prestasi tersebut, kata Tjokro Gunawan menyebut, Pengprov WI DKI Jakarta menghadapi berbagai tantangan yang perlu menjadi perhatian dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta dan KONI DKI Jakarta. Salah satunya adalah kebutuhan dukungan dan pembinaan serta sarana dan fasilitas latihan.
“Hingga saat ini, wushu DKI Jakarta belum memiliki gedung latihan permanen, Padahal, perangkat latihan seperti karpet wushu memiliki bobot yang sangat berat dan tidak memungkinkan untuk terlalu sering dibongkar pasang karena akan menimbulkan kerusakan dan membahayakan atlet,” ujarnya.
“Kami butuh dukungan Dispora dan KONI DKI Jakarta, dan seluruh pemangku kepentingan agar dapat membantu mewujudkan fasilitas latihan permanen yang layak, aman, sesuai standar dan dapat menjadi rumah besar bagi pembinaan wushu DKI Jakarta,” tambahnya.

Selanjutnya, Tjokro Gunawan juga meminta perhatian Dinas Pendidikan DKI Jakarta agar atlet berprestasi dapat memperoleh akses sekolah yang dekat dengan pusat latihan melalui jalur prestasi. Hal ini sangat penting agar para atlet muda dapat menjalankan pendidikan formal dengan baik, bersamaan dengan program latihan intensif yang dijalani setiap hari.
“Dengan kolaborasi yang kuat antara dunia olahraga dan pendidikan, kita dapat melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter dan berpendidikan,” tutupnya.
Ketua KONI DKI Jakarta Prof Hidayat Humaid yang hadir dalam pelantikan tersebut mengatakan siap mendukung Pengprov WI DKI Jakarta dalam mencari bibit-bibit atlet sanda potensial. “Saya sudah ketemu dengan Komandan Brimob dan mereka siap untuk kerjasama dengan KONI DKI Jakarta. Dari personil Brimob itu kan bisa dibina dan dijadikan atlet sanda. Kan, banyak personil Brimob berprestasi di cabang olahraga beladiri,” ujarnya.
Susunan Personalia Pengprov WI DKI Jakarrta masa bhakti 2025-2029:
Pelindung :
Ketua Umum PB Wushu Indonesia
Bapak Wushu Indonesia
Gubernur DKI Jakarta
Kapolda Provinsi DKI Jakarta
Kejati Provinsi DKI Jakarta
Dewan Pembina :
Yanti Airlangga Hartarto
Penasehat:
1, Dody Rahadi
2. Nicolas The
3. Ngatino SH, MH
4. H Gede Sardjana, Dipl. Ing, SE. MM
Anggota Kehormatan:
1, Djamaluddin
2. Kimin Tanoto
3. Aman Lie
4. Sapta Giri
5. Ong Chai Huat
6. Hari Tio
7. Rahman Tamin
8. Eddy Sugiyanto
9. Felix Tanny
10. Sucipto
11. Buntaran Gumulya
12. Herman Kasih
13. Stephanus Koeswandi
Ketua Umum: Tjokro Gunawan
Sekretaris Umum: Herman Wijaya
Wakil Sekretaris Umum: Christopanus Tatag
Bendahara Umum: Doddy Himawan Triyassa
Wakil Bendahara Umum: Erwein Wijayanto
Wakil Ketua Umum I: Marcel Siahaan
Wakil Ketua Umum II: Rudy Hutagalung
Bidang Binpres:
Ketua : David Hendrawan
Wakil Ketua: Achmad Hulaefi
Binpres Taolu: Hartono Alex
Binpres Sanda: Salim Ayuba
Binpres Tradisional: Ario Bijak Prabawa
Binpres Wingchun: R Ario Bandan Kesawan
Bidang Pertandingan dan Wasit Juri:
Taolu: Gatot Norferianto
Sanda: Yelfa D Panyalai
Bidang Sarana dan Prasarana: Jafar Irawan
Bidang Organisasi dan Hukum: Hendri Wilman Gultom
Bidang IT, Event dan Perlengkapan:
Ketua: Hafidz
Wakil Ketua: Sudirman
Anggota: Bambang Tri Wijaya dan Diah Aryani
Bidang Pendidikan dan Penataran:
Prof Abdul Syukur MSi
Diah Primi
Bidang Hukum Antar Lembaga: Didih Hartaya
Bidang Humas dan Dokumentasi:
Eddy Suanto Simon
Donny Setyawan. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













