Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
8 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
7 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
7 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
11 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
7 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Sumatera Selatan

Laksanakan PPM di Desa Wonorejo, ITB Fokus pada Inovasi Egrek Ergonomis

Laksanakan PPM di Desa Wonorejo, ITB Fokus pada Inovasi Egrek Ergonomis
Tim ITB bersama masyarakat. (Ist)
Jum'at, 21 November 2025 15:58 WIB
Penulis: Azhari Nasution

MUSI RAWAS - Tim Institut Teknologi Bandung (ITB) telah melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) di Desa Wonorejo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel), 10-11 Oktober 2025.

Desa yang termasuk kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) ini dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama di sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi mata pencaharian utama warga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Skema Program Pengabdian Masyarakat Bottom-Up yang digagas Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB. Fokus utama program adalah mengenalkan inovasi teknologi berupa egrek ergonomis—alat panen kelapa sawit dengan bilah pisau di ujung batang panjang yang didesain agar lebih aman dan nyaman digunakan.

Program ini dipimpin oleh Prof. Ir. Hardianto Iridiastadi, MSIE., Ph.D., CPE, dari Fakultas Teknologi Industri ITB. Di bawah koordinasinya, tim melakukan berbagai rangkaian kegiatan, dimulai dari survei awal dan observasi lapangan untuk memahami kondisi nyata masyarakat. Tim meninjau lahan perkebunan, mempelajari alat-alat yang dipakai petani saat ini, serta mengidentifikasi berbagai potensi risiko keselamatan dan kesehatan kerja.

Tahap observasi tersebut menjadi landasan penting bagi tim dalam menganalisis kebutuhan teknis maupun ergonomis para petani di Wonorejo. Hasil temuan lapangan membantu memetakan aspek-aspek yang dapat ditingkatkan, mulai dari postur kerja, desain alat panen, hingga metode kerja yang lebih efisien dan minim risiko cedera.

Melalui program ini, ITB berharap inovasi egrek ergonomis dapat meningkatkan produktivitas petani sekaligus mengurangi keluhan fisik dan kecelakaan kerja yang kerap muncul dalam proses panen.

Selain memberikan pelatihan penggunaan alat, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka jalan untuk kolaborasi jangka panjang dalam pengembangan teknologi tepat guna bagi masyarakat pedesaan. ***

wwwwww