Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Polemik PBNU Memanas, Rocky Gerung Beberkan Akar Ketegangan di Tubuh NU

Polemik PBNU Memanas, Rocky Gerung Beberkan Akar Ketegangan di Tubuh NU
Kolase logo PBNU dan Rocky Gerung.
Selasa, 25 November 2025 08:01 WIB

JAKARTA – Polemik internal yang melanda Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menjadi perhatian publik setelah Ketua Umum, Yahya Cholil Staquf, dinilai tak mengindahkan risalah Syuriyah yang memintanya mundur dari jabatan. Situasi ini dipandang sebagai salah satu fase penting yang kembali menguji dinamika organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Pengamat politik Rocky Gerung menilai turbulensi tersebut bukan hal baru bagi NU. Menurutnya, kondisi yang mengemuka saat ini merupakan konsekuensi dari perjalanan panjang NU sebagai organisasi yang memadukan nilai keagamaan dengan realitas sosial-politik di Indonesia.

“Organisasi yang dirancang sebetulnya untuk memelihara ethics value itu tapi kemudian terlihat dalam soal-soal yang politik pragmatis. Kesimpulan dari analisis kita bahwa NU memang akan selalu ada di dalam kondisi prahara,” ujar Rocky melalui kanal YouTube pribadinya, Senin malam (24/11/2025).

Rocky menilai, NU memiliki fondasi nilai religius yang kuat. Namun dalam perjalanannya, NU juga kerap terseret dalam dinamika politik dan kepentingan praktis. Ia menyebut bahwa godaan pragmatisme dan perluasan aktivitas hingga ranah ekonomi membuat organisasi ini tidak bisa sepenuhnya steril dari gesekan.

“Organisasi yang didirikan dengan basis nilai yang kuat itu akhirnya terseret, harus terlibat karena panggilan suasana atau panggilan situasi yang bersejarah itu dalam politik dan terakhir soal-soal bisnis,” jelasnya.

Ia menambahkan, situasi yang kini mencuat menjadi cerminan tarik-menarik dua pola pemikiran dalam tubuh NU: antara kelompok yang ingin mempertahankan garis akomodatif dan kelompok yang terdorong oleh kepentingan pragmatik. Rocky menyebut publik sedang menyaksikan fase penting dari evolusi organisasi tersebut.

“Jadi oke kita tunggu bagaimana evolusi dalam NU antara pikiran-pikiran akomodasionistik dan pikiran-pikiran pragmatik,” ujarnya.

Polemik yang berimbas pada dinamika kepemimpinan PBNU ini masih terus bergulir. Publik kini menantikan bagaimana NU merespons tekanan internal dan bagaimana arah organisasi ini bergerak di tengah sorotan nasional. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww