Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
6 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Automotif

‎Rekan Indonesia Ingin Walkot Jaksel Tingkatkan Kepedulian Terhadap Kesehatan Warga

‎Rekan Indonesia Ingin Walkot Jaksel Tingkatkan Kepedulian Terhadap Kesehatan Warga
Relan Indonesia saat melakukan aksi di depan kantor Kemenkes. (Ist)
Selasa, 25 November 2025 17:09 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Rekan Indonesia DKI Jakarta menyoroti, lemahnya respons Pemerintah Kota Jakarta Selatan terhadap meningkatnya kasus penyakit menular yang dinilai berdampak langsung pada keselamatan warga.

Organisasi relawan kesehatan tersebut menilai, penanganan pemerintah kota kurang sensitif terhadap kebutuhan masyarakat yang tengah menghadapi ancaman TBC dan DBD.

‎
‎Ketua Rekan Indonesia DKI Jakarta, Martha Tiana Hermawan menilai, lambatnya koordinasi pemerintah kota menghambat penanganan pasien dan deteksi dini di masyarakat.
‎
‎Data Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan melaporkan 13.250 kasus tuberkulosis (TBC) sepanjang 2024. Hingga Mei 2025, tercatat tambahan 4.423 kasus baru. Angka tersebut menempatkan Jakarta Selatan sebagai salah satu wilayah dengan beban TBC tertinggi di DKI Jakarta.
‎
‎"Angka TBC di Jaksel sangat tinggi, tapi pemerintah kota tidak terlihat berupaya serius mengajak relawan untuk memperkuat deteksi dini dan pendampingan pasien. Padahal kami sudah berulang kali menyampaikan data lapangan dan kebutuhan yang sangat mendesak," tegas Tian dalam keterangan tertulis, Selasa (25/11/2025).
‎
‎Selain TBC, kasus demam berdarah dengue (DBD) juga terus menghantui warga. Sepanjang 2024 hingga awal 2025, Jakarta Selatan tercatat sebagai salah satu wilayah penyumbang kasus terbesar di tingkat provinsi.
‎
‎Menurut Tian, pola penanganan pemerintah kota masih jauh dari pendekatan humanis yang mendahulukan keselamatan warga.
‎
‎"DBD ini masalah tahunan. Tapi pola penanganannya tidak berubah. Kami jarang sekali dilibatkan dalam perencanaan atau edukasi komunitas. Pemerintah kota seperti menunggu kasus meledak dulu baru bergerak," ujarnya.
‎
‎Selama bertahun-tahun, Rekan Indonesia terlibat dalam pendampingan pasien TBC, edukasi sanitasi, dan pemetaan wilayah rawan. Namun, masukan itu dinilai tidak direspons secara serius.
‎
‎"Kami sudah mengajukan banyak rekomendasi, mulai dari evaluasi kasus hingga usulan program kolaboratif. Tapi hampir semua tidak ditindaklanjuti. Kami siap bekerja, tapi pemerintah kotanya tidak membuka pintu," katanya.
‎
‎Ia menegaskan, relawan merupakan elemen penting kemanusiaan dalam sistem kesehatan masyarakat.
‎
‎"Relawan itu mata dan telinga lapangan. Mengabaikan kami sama saja menutup satu sumber informasi penting untuk menyelamatkan warga," ungkapnya.
‎
‎Rekan Indonesia mendesak Pemerintah Kota Jakarta Selatan memperkuat tata kelola kesehatan berbasis kebutuhan nyata masyarakat, termasuk membuka ruang kolaborasi dengan relawan. 
‎
‎Tian menilai pendekatan yang tidak peka terhadap kondisi warga berisiko membuat beban penyakit semakin berat.
‎
‎"Kesehatan itu bukan isu sampingan. Ini menyangkut nyawa warga. Wali Kota harus hadir dengan kebijakan yang jelas, data yang kuat, dan kemauan untuk bekerja bersama," tegas Tian.
‎
‎Rekan Indonesia juga meminta Gubernur DKI Jakarta memastikan adanya koordinasi yang solid antara pemerintah kota, tenaga kesehatan, dan relawan agar penanganan TBC dan DBD tidak lagi mengabaikan kebutuhan dasar warga Jakarta Selatan. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Automotif, DKI Jakarta
wwwwww