Dispusip DKI Kukuhkan Perpustakaan sebagai Ruang Kreatif melalui Pameran Motinggo Busye
![]() |
| Kepala Dispusip Provinsi DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono saat membuka acara Pameran Motinggo Busye. |
Selasa, 25 November 2025 16:51 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang kreatif yang hidup bagi para sastrawan, seniman, dan masyarakat.
Hal itu ia sampaikan Nasruddin saat membuka pameran arsip dan manuskrip perjalanan kreatif sastrawan Motinggo Busye di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Selasa (25/11/2025).
Dalam sambutannya, Nasruddin mengapresiasi kehadiran para pegiat sastra dan menyebut momen ini sebagai ruang pertemuan yang hangat antara karya, refleksi, dan kebudayaan.
"Saya berharap perpustakaan ini menjadi rumah kita. Ruang untuk berkreasi, berinovasi, dan membuka kembali catatan-catatan lama guna merefleksikan kondisi hari ini," ujar Nasruddin dalam sambutannya di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Nasruddin juga menyinggung pengalaman spiritual pribadinya saat membaca salah satu puisi yang dibacakan dalam kegiatan tersebut.
Ia bercerita pernah tinggal dua tahun di Seoul dan merasakan kedekatan emosional dengan renungan yang menggambarkan pengalaman beribadah di negeri asing.
"Ini pengalaman spiritual yang sangat dalam. Rasanya kebayang saat kita sholat di negeri orang, tetapi pada hakikatnya Tuhan tetap sama di mana pun," katanya.
Lebih jauh, Nasruddin menilai karya-karya Motinggo Busye memiliki nilai estetik dan rekam jejak kebudayaan yang penting untuk dirawat.
Menurutnya, Motinggo Busye tokoh sastra yang multitalenta, menghasilkan ratusan karya, mulai dari puisi, prosa, hingga skenario film, yang mencerminkan dinamika sosial masyarakat Indonesia.
"Karya seperti ini tidak boleh hilang. Minimal, di sini harus ada. Dan siapa lagi kalau bukan kita yang merawatnya," tegasnya.
Pameran arsip dan manuskrip Motinggo Busye memamerkan korespondensi, catatan profesional, dokumentasi visual, hingga publikasi historis yang merekam perkembangan estetik dan perjalanan kreatif sang penulis.
Nasruddin menyebut, langkah ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga warisan sastra Indonesia agar tetap relevan dan dapat diakses generasi berikutnya.
"Pameran ini menghadirkan sosok penting dalam sastra Indonesia, yang terus mencari bentuk ekspresi baru dan memberi pandangan segar tentang kehidupan masyarakat," tutur Nasruddin.
Diketahui, Pameran Motinggo Busye berlangsung pada tanggal 25 November hingga 14 Desember di PDS HB Jassin, Lantai 4 Gedung Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Bagi pengunjung pameran ini tidak dipungut biaya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Umum, DKI Jakarta |













