Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
5 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Umum

‎Dispusip DKI Kukuhkan Perpustakaan sebagai Ruang Kreatif melalui Pameran Motinggo Busye

‎Dispusip DKI Kukuhkan Perpustakaan sebagai Ruang Kreatif melalui Pameran Motinggo Busye
Kepala Dispusip Provinsi DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono saat membuka acara Pameran Motinggo Busye.
Selasa, 25 November 2025 16:51 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang kreatif yang hidup bagi para sastrawan, seniman, dan masyarakat.

‎Hal itu ia sampaikan Nasruddin saat membuka pameran arsip dan manuskrip perjalanan kreatif sastrawan Motinggo Busye di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Selasa (25/11/2025).

‎
‎Dalam sambutannya, Nasruddin mengapresiasi kehadiran para pegiat sastra dan menyebut momen ini sebagai ruang pertemuan yang hangat antara karya, refleksi, dan kebudayaan.
‎
‎"Saya berharap perpustakaan ini menjadi rumah kita. Ruang untuk berkreasi, berinovasi, dan membuka kembali catatan-catatan lama guna merefleksikan kondisi hari ini," ujar Nasruddin dalam sambutannya di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
‎
‎Nasruddin juga menyinggung pengalaman spiritual pribadinya saat membaca salah satu puisi yang dibacakan dalam kegiatan tersebut. 
‎
‎Ia bercerita pernah tinggal dua tahun di Seoul dan merasakan kedekatan emosional dengan renungan yang menggambarkan pengalaman beribadah di negeri asing.
‎
‎"Ini pengalaman spiritual yang sangat dalam. Rasanya kebayang saat kita sholat di negeri orang, tetapi pada hakikatnya Tuhan tetap sama di mana pun," katanya.
‎
‎Lebih jauh, Nasruddin menilai karya-karya Motinggo Busye memiliki nilai estetik dan rekam jejak kebudayaan yang penting untuk dirawat. 
‎
‎Menurutnya, Motinggo Busye tokoh sastra yang multitalenta, menghasilkan ratusan karya, mulai dari puisi, prosa, hingga skenario film, yang mencerminkan dinamika sosial masyarakat Indonesia.
‎
‎"Karya seperti ini tidak boleh hilang. Minimal, di sini harus ada. Dan siapa lagi kalau bukan kita yang merawatnya," tegasnya.
‎
‎Pameran arsip dan manuskrip Motinggo Busye memamerkan korespondensi, catatan profesional, dokumentasi visual, hingga publikasi historis yang merekam perkembangan estetik dan perjalanan kreatif sang penulis. 
‎
‎Nasruddin menyebut, langkah ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga warisan sastra Indonesia agar tetap relevan dan dapat diakses generasi berikutnya.
‎
‎"Pameran ini menghadirkan sosok penting dalam sastra Indonesia, yang terus mencari bentuk ekspresi baru dan memberi pandangan segar tentang kehidupan masyarakat," tutur Nasruddin.
‎
‎Diketahui, Pameran Motinggo Busye berlangsung pada tanggal 25 November hingga 14 Desember di PDS HB Jassin, Lantai 4 Gedung Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Bagi pengunjung pameran ini tidak dipungut biaya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Umum, DKI Jakarta
wwwwww