Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
5 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Bencana Meluas di Tiga Provinsi, Jembatan Putus dan Longsor Hambat Tim Penolong

Bencana Meluas di Tiga Provinsi, Jembatan Putus dan Longsor Hambat Tim Penolong
Banjir merendam permukiman warga di Aceh Besar, Rabu (26/11/2025). (foto: dok. bpbd aceh besar)
Kamis, 27 November 2025 19:33 WIB

JAKARTA – Gelombang banjir bandang dan longsor yang menghantam Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat membuat sejumlah wilayah lumpuh total. Akses jalan terputus, jembatan hanyut dan longsor menutup jalur vital. Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan bencana ini memiliki tingkat kerusakan yang besar, sementara hujan ekstrem yang memicu bencana belum sepenuhnya berhenti.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menuturkan kementeriannya masih mengumpulkan data detail kerusakan dari daerah terdampak.

"Kami sudah mencoba mengidentifikasi, tetapi seperti apa yang disampaikan Menko PMK Pratikno, hujan ini sampai dengan saat ini belum selesai dan mudah-mudahan hari ini selesai," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (27/11).

Rapat koordinasi penanganan bencana turut dihadiri perwakilan Basarnas, Kemenkes dan BMKG. Dari hasil pemantauan BMKG, Siklon Tropis Senyar menjadi pemicu hujan deras yang mengakibatkan banjir bandang di tiga provinsi tersebut. Meski siklon sudah berakhir, cuaca di lapangan masih sulit diprediksi.

"Menurut BMKG sudah selesai siklon tropis Senyarnya dan mudah-mudahan alat-alat berat kami pun juga sudah bisa sampai ke lokasi," kata Diana. 

Kerusakan terbesar sementara ini dilaporkan berada di Aceh dengan empat jembatan putus dan puluhan titik longsor. Situasi di Sibolga dan Tapanuli Tengah juga belum bisa dipetakan secara lengkap karena akses menuju lokasi masih tertutup material.

"Yang sampai dengan saat ini ada 20 titik longsor yang kami sendiri juga belum bisa mengidentifikasi karena kami belum bisa masuk sampai ke Sibolga," ujarnya.

Di Sumatera Barat, fasilitas PDAM lumpuh akibat hantaman banjir bandang. KemenPU kini mengerahkan alat berat untuk membuka jalur dan menyingkirkan material longsor.

"Mudah-mudahan alat berat kami segera bisa sampai ke 21 lokasi di Sumatera Utara, 12 di Aceh dan 15 di Sumatera Barat," tambah Diana. 

Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa Kementerian Sosial telah diminta mempercepat pengiriman logistik dan kebutuhan dasar untuk para pengungsi.

"Kementerian Sosial sekarang aktif menggerakkan tim logistik ke kebutuhan pengungsian," katanya.

Pratikno menyebut laporan korban jiwa di lapangan bertambah seiring proses pendataan.

"Ini telah memakan cukup banyak korban jiwa, tetapi data masih terus diupdate dan kemudian mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup luas," ujarnya.

Di Sumatera Utara, kepolisian melaporkan 43 warga tewas dan 88 masih hilang, menunjukkan skala bencana yang memerlukan penanganan cepat dan terkoordinasi. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kumparan.com
Kategori:Olympic, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww