Bencana Meluas di Tiga Provinsi, Jembatan Putus dan Longsor Hambat Tim Penolong
![]() |
| Banjir merendam permukiman warga di Aceh Besar, Rabu (26/11/2025). (foto: dok. bpbd aceh besar) |
JAKARTA – Gelombang banjir bandang dan longsor yang menghantam Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat membuat sejumlah wilayah lumpuh total. Akses jalan terputus, jembatan hanyut dan longsor menutup jalur vital. Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan bencana ini memiliki tingkat kerusakan yang besar, sementara hujan ekstrem yang memicu bencana belum sepenuhnya berhenti.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menuturkan kementeriannya masih mengumpulkan data detail kerusakan dari daerah terdampak.
"Kami sudah mencoba mengidentifikasi, tetapi seperti apa yang disampaikan Menko PMK Pratikno, hujan ini sampai dengan saat ini belum selesai dan mudah-mudahan hari ini selesai," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (27/11).
Rapat koordinasi penanganan bencana turut dihadiri perwakilan Basarnas, Kemenkes dan BMKG. Dari hasil pemantauan BMKG, Siklon Tropis Senyar menjadi pemicu hujan deras yang mengakibatkan banjir bandang di tiga provinsi tersebut. Meski siklon sudah berakhir, cuaca di lapangan masih sulit diprediksi.
"Menurut BMKG sudah selesai siklon tropis Senyarnya dan mudah-mudahan alat-alat berat kami pun juga sudah bisa sampai ke lokasi," kata Diana.
Kerusakan terbesar sementara ini dilaporkan berada di Aceh dengan empat jembatan putus dan puluhan titik longsor. Situasi di Sibolga dan Tapanuli Tengah juga belum bisa dipetakan secara lengkap karena akses menuju lokasi masih tertutup material.
"Yang sampai dengan saat ini ada 20 titik longsor yang kami sendiri juga belum bisa mengidentifikasi karena kami belum bisa masuk sampai ke Sibolga," ujarnya.
Di Sumatera Barat, fasilitas PDAM lumpuh akibat hantaman banjir bandang. KemenPU kini mengerahkan alat berat untuk membuka jalur dan menyingkirkan material longsor.
"Mudah-mudahan alat berat kami segera bisa sampai ke 21 lokasi di Sumatera Utara, 12 di Aceh dan 15 di Sumatera Barat," tambah Diana.
Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa Kementerian Sosial telah diminta mempercepat pengiriman logistik dan kebutuhan dasar untuk para pengungsi.
"Kementerian Sosial sekarang aktif menggerakkan tim logistik ke kebutuhan pengungsian," katanya.
Pratikno menyebut laporan korban jiwa di lapangan bertambah seiring proses pendataan.
"Ini telah memakan cukup banyak korban jiwa, tetapi data masih terus diupdate dan kemudian mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup luas," ujarnya.
Di Sumatera Utara, kepolisian melaporkan 43 warga tewas dan 88 masih hilang, menunjukkan skala bencana yang memerlukan penanganan cepat dan terkoordinasi. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kumparan.com |
| Kategori | : | Olympic, Nasional, DKI Jakarta |













