Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
11 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Home  /  Berita  /  Olympic

PMI Warning Pemerintah: Fokus Selamatkan Aceh, Jangan Terseret Isu Bandara IMIP

PMI Warning Pemerintah: Fokus Selamatkan Aceh, Jangan Terseret Isu Bandara IMIP
Sejumlah wilayah di Sumatera dari Aceh, Sumut hingga Sumbar diterjang banjir. (foto: antara)
Jum'at, 28 November 2025 14:40 WIB

JAKARTA – Di tengah situasi darurat yang melanda Aceh akibat banjir besar, Palang Merah Indonesia menyerukan langkah cepat pemerintah pusat. Ketua Bidang Organisasi PMI, Sudirman Said, menegaskan bahwa penanganan bencana tak boleh tersisihkan oleh hiruk pikuk isu politik, termasuk polemik bandara ilegal yang tengah menjadi sorotan nasional.

Sudirman menekankan tiga kebutuhan vital yang harus dipulihkan secepatnya: sistem komunikasi darurat, pasokan energi cadangan, dan distribusi logistik makanan melalui udara mengingat jalur darat terputus total.

“Hampir semua fasilitas komunikasi mati. Polsek, Koramil, sampai Puskesmas tidak punya radio yang hidup. Aparat mengaku lumpuh karena tidak bisa berkomunikasi,” ujarnya usai meninjau lokasi banjir di Aceh, Jumat (28/11/2025). 

Kondisi di lapangan semakin sulit. Pemadaman listrik terjadi di hampir seluruh wilayah, sementara tower seluler ambruk dan menyebabkan hilangnya sinyal telepon serta internet selama berhari-hari. Situasi ini membuat koordinasi penyelamatan mandek, bahkan menyulitkan upaya pemetaan kebutuhan warga terdampak. 

Analis komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensat ikut memperkuat desakan agar pemerintah pusat turun tangan secara langsung.

“Pemerintah harus cepat, jangan sampai terlalu menaruh fokus pada urusan ekonomi negara. Bencana seperti ini membutuhkan respons segera,” tegasnya.

Hensat mengingatkan bahwa kepedulian terhadap warga terdampak jangan sampai tenggelam oleh isu-isu lain yang sedang viral.

“Permasalahan ini tidak boleh tertutup oleh isu politis seperti polemik PT IMIP. Kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Seruan ini menjadi tekanan moral bagi pemerintah untuk memprioritaskan keselamatan warga Aceh. Kerusakan listrik dan jaringan komunikasi yang masif membuat situasi di lapangan menjadi kritis dan membutuhkan keputusan cepat dari pusat.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Olympic, Voli
wwwwww