Tragedi Kompleks Wang Fuk Court, 280 Penghuni Belum Ditemukan dan 2 WNI Meninggal
![]() |
| Foto ini menunjukkan tim penyelamat sedang bekerja di lokasi kebakaran sebuah bangunan hunian di Hong Kong, Tiongkok selatan (26/11/2025). |
JAKARTA – Kepanikan melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court, Tai Po, setelah kebakaran besar menjalar di beberapa blok hunian bertingkat tinggi. Peristiwa yang terjadi Rabu (26/11/2025) tersebut menghantam ribuan warga dan menjadi salah satu kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga Kamis (27/11/2025), sedikitnya 55 orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, sekitar 280 penghuni masih belum ditemukan di tengah upaya penyelamatan yang berpacu dengan suhu tinggi dan kobaran api yang belum sepenuhnya padam. Petugas pemadam menyebut tingkat panas di dalam gedung menjadi kendala terbesar dalam menjangkau korban.
Api sempat berkobar di empat dari tujuh blok dan berhasil dikendalikan. Namun di tiga blok lain, terutama lantai atas menara 31 lantai, upaya pemadaman terus dilakukan. Kompleks tersebut memiliki hampir 2.000 unit hunian dan dihuni lebih dari 4.800 orang, termasuk banyak warga lanjut usia.
Pemimpin Hong Kong, John Lee Ka-chiu, memerintahkan inspeksi menyeluruh terhadap perumahan publik yang sedang dalam renovasi besar. Otoritas setempat membuka penyelidikan kriminal untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Berdasarkan temuan awal, petugas mendapati material styrofoam yang mudah terbakar menutupi jendela lift di setiap lantai. Selain itu, jaring dan kain pembungkus konstruksi dinilai tidak memenuhi standar keselamatan. Material tersebut diduga mempercepat penyebaran api ke dalam koridor gedung.
Sekitar 76 korban dirawat di rumah sakit, terdiri dari 15 orang dalam kondisi kritis dan 28 lainnya luka berat.
Di antara korban meninggal dunia terdapat dua warga negara Indonesia (WNI). Plt Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menegaskan bahwa keempat korban asal Indonesia—dua meninggal dan dua luka-luka—merupakan Pekerja Migran Indonesia sektor domestik.
"Semua korban merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik," jelasnya.
Hampir 900 orang telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara. Sejumlah petugas pemadam turut mengalami luka saat memadamkan api yang dinyatakan berada pada alarm level 5, tingkat keparahan tertinggi di Hong Kong.
Kebakaran diyakini bermula dari perancah eksternal salah satu bangunan sebelum merembet melalui jaring konstruksi yang mengelilingi gedung. Kondisi angin kencang diduga mempercepat penjalarannya dari satu blok ke blok lainnya.
Tiga pria telah ditangkap lantaran dicurigai terlibat dalam insiden tersebut. Sementara itu, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta meminta upaya maksimal untuk meminimalkan kerugian korban dan memastikan keselamatan publik. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tribunnews.com |
| Kategori | : | Olympic, Basket, DKI Jakarta |













