Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
9 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
9 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
4 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
3 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
4 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
4 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Non Olympic

UI dan KONI Rumuskan Peta Jalan Diplomasi dan Industri Olahraga Prestasi Menuju Indonesia Emas 2045

UI dan KONI Rumuskan Peta Jalan Diplomasi dan Industri Olahraga Prestasi Menuju Indonesia Emas 2045
Acara Seminar Optimalisasi Diplomasi dan Industri Olahraga Prestasi yang digelar UI dan KONI menghadirkan akademisi dan praktisi olahraga. (Dok. UI)
Rabu, 03 Desember 2025 19:54 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Upaya memperkuat ekosistem olahraga nasional kembali mendapat momentum penting melalui penyelenggaraan seminar “Optimalisasi Diplomasi dan Industri Olahraga Prestasi” yang digelar atas kolaborasi Pusat Studi Strategik Diplomasi dan Industri Olahraga  Center for Strategic and Global Studies Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (PSSDIO CSGS SPPB UI), serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Seminar yang berlangsung di Gedung Apung, Perpustakaan Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin, 1 Desember 2025 ini menghadirkan akademisi dan praktisi untuk membahas tantangan dan peluang Indonesia menuju kekuatan olahraga dunia pada 2045.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur SPPB UI, Ir. Mauren Pomsar Lumban Toruan, M.M menegaskan Universitas Indonesia lewat Sekolah Pasca Sarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB UI) sangat peduli kepada kemajuan olahraga di tanah air. Karena itu sebaga lembaga akademik tentunya Universitas Indonesia sejak setahun lalu membentuk pusat studi stratejik diplomasi dan industry olahraga (PSSDIO) dan siap membantu secara akademik pihak- pihak yang ingin memajukan olahraga utamanya KONI.

“Untuk meningkatkan diplomasi dan industri olahraga kita perlu bekerjasama dengan KONI dan semua stakeholder, agar UI bisa menjadi pusat pengembangan olahraga nasional, UI juga sering mengadakan kejuaraan olahraga menunjukkan antusiasme kami untuk memajukan olahraga, ujar Mauren.

Sementara itu, Ketua Center for Strategic and Global Studies (CSGS) UI, Dr. Shobichatul Aminah, M.Si, melihat bahwa pusat riset diplomasi dan industri olahraga itu ternyata di Indonesia belum ada, padahal hal ini sangat penting untuk memajukan olahraga Indonesia.

“Kami dari kalangan akademisi sekarang memunculkan pusat riset terkait manajemen olahraga, karena sepertinya ada yang salah dalam olahraga di Indonesia, seperti isu kanjuruhan, karena belum ada yang serius mengkaji manajemen olahraga, manajemen event olahraga, standar orang yang kerja di olahraga itu belum ada yang serius mengkaji hal ini,“ ujarnya

Karena itu, Shobichatul kemudian membentuk pusat studi stratejik diplomasi dan industri olahraga yang diharapkan dapat bekerjasama dengan KONI dalam memajukan Diplomasi dan Industri Olahraga. Ia berharap kerjasama tidak berhenti di atas meja tapi harus mampu mewujudkan hasil riset, lembaga pendidikan, dan kegiatan-kegiatan yang meningkatkan kemajuan diplomasi dan industri olahraga.

“Saya tidak ahli dalam olahraga, tapi saya concern karena ini peer. Untuk membicarakan hal ini harus ada teori yang riil,” tambah Shobichatul.

Ketua Pusat Studi Stratejik DIplomasi dan Industri Olahraga (PSSDIO) UI, Dr. Uden Kusuma Wijaya SH MM menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dengan berbagai pihak utamanya KONI untuk memajukan diplomasi dan industri olahraga. Menurutnya, banyak kamuflase di dunia olahraga yang terjadi perlu dibenahi secara signifikan melalui analisa dan riset. Begitu juga dengan kunci dari kemajuan olahraga adalah sport industry yang harus dikelola secara industri.

“Saya pernah menjadi staf ahli di Kemenpora, saya melihat tiap sore mantan atlet yang berlaga di ajang nasional dan internasional sampai menggadaikan medalinya hanya untuk hidup, membayar kost rumahnya, ini dampak dari kebijakan yang harus dapat kita ubah kondisinya,” usulnya.

Seorang atlet harus dihargai baik saat menjadi atlet maupun setelah tidak menjadi atlet, tidak peduli apakah dia atlet lokal, nasional ataupun internasional. “Mereka harus dikelola secara baik dari sisi ekonomi, dikembangkan secara personal, ketika mereka sudah tidak jadi atlet lagi kebutuhan ekonomi mereka harusnya sudah mencukupi” tambah uden. PSSDIO sebagai lembaga studi di Universtas Indonesia akan mengarah kepada pengkajian dan naskah akademik demi kemajuan dunia olahraga khususnya kesejahteraan atlet. Jangan sampai setelah mereka tidak berprestasi mereka terabaikan,” harapnya.

Sekretaris Jendral KONI Pusat, Drs. Tb. Ade Lukman Djajadikusuma, MEMOS, menyambut baik inisiatif UI untuk berperan dalam kemajuan diplomasi dan industri olahraga. Menurutnya, kajian-kajian akademis untuk pemajuan dunia olahraga sangat dibutuhkan oleh KONI sebagai lembaga tinggi olahraga di Indonesia.

“Kami sangat menyadari bahwa lingkungan akademisi adalah satu lingkungan yang tidak dapat kami tinggalkan, Indonesia menguasai Asia Tenggara di tahun 1997 an, melalui rencana kerjasama yang akan dilakukan akan ditindaklanjuti dengan hal-hal yang kongrit karena akan banyak kontribusi dari UI dalam hal diplomasi dan industrI olahraga prestasi,”, ujarnya.

Seminar Optimalisasi Diplomasi dan Industri Olahraga Prestasi Menuju Indonesia Emas 2045 dibagi dalam dua sessi. Sesi pertama yang membahas tentang Sport Diplomacy & Industry Landscape menghadirkan narasumber Ketua PSSDIO CSGS SPPB UI, Dr. Uden Kusuma Wijaya SH MM, Sekretaris Jendral Koni Pusat, Drs. Tb. Ade Lukman Djajadikusuma, MEMOS, dan Mufidi, S.or, MM dari SM School of Sport Management.

Sesi kedua yang membahas Kesejahteraan Atlet (Welfare Athlete) menghadirkan Staf Khusus KONI Pusat, Drs, Shadik Algadri, Bidang Usaha dan Kerjasama KONI Pusat, Anjar Nugraha dan Praktisi Industri, Muhamad Budi Negoro. ***

wwwwww