Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
9 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
10 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
10 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Home  /  Berita  /  Voli

Operasi Narkoba Lintas Benua Dewi Astutik Dibongkar, Ini Peran Vital ‘DON’ sang Godfather

Operasi Narkoba Lintas Benua Dewi Astutik Dibongkar, Ini Peran Vital ‘DON’ sang Godfather
Penangkapan Dewi Astutik alias Mami.
Kamis, 04 Desember 2025 15:04 WIB

JAKARTA – Penangkapan Dewi Astutik alias Mami kembali membuka kotak pandora jaringan narkoba internasional. Di balik pergerakan dua ton sabu jaringan Golden Triangle yang melibatkan lintas negara, penyidik menemukan satu sosok yang dinilai memegang peran strategis: DON. Nama yang selama ini hanya beredar di ruang gelap sindikat, kini menjadi perhatian utama aparat.

BNN menyebut Dewi diringkus dalam operasi gabungan bersama Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, dan BAIS TNI di Sihanoukville. Investigasi awal mengungkap Dewi semula datang ke Kamboja untuk mencari penghasilan lewat praktik scamming. Namun praktik tersebut berubah drastis saat ia bertemu DON, figur yang disebut sebagai “caretaker” sekaligus “Godfather” selama Dewi berada di Kamboja.

Di sinilah penyidik melihat titik awal transformasi Dewi menjadi operator jaringan narkoba kelas kakap.

"Di Cambodia PAR (Dewi Astutik) merasa bisa kendalikan semua jaringan dengan uang," ujarnya.

DON berperan sebagai pengaman sekaligus pemberi ruang gerak. Melalui perlindungan dan modal yang diberikan DON, Dewi membangun struktur kerja yang menjangkau Asia, Afrika, hingga Amerika Latin. Dewi mengatur kurir serta pengemasan narkoba, sementara DON memasok barang dan menanggung pembiayaan operasi.

"Untuk detail pihak-pihak yang membantu selain DON, sedang dalam penyelidikan dan pendalaman," jelasnya.

Hubungan keduanya kemudian terputus bukan karena perpecahan, melainkan penangkapan. DON disebut telah lama masuk daftar buruan US DEA dan lebih dulu dibawa ke Amerika Serikat.

"Infonya DON menjadi DPO US DEA, sudah ditangkap dan dibawa ke US," ujarnya.

Dewi sendiri sudah masuk red notice Interpol sejak 3 Oktober 2024 dan juga diburu otoritas Korea Selatan. Pelariannya berakhir setelah operasi internasional yang melibatkan sejumlah institusi.

Sosok DON kini menjadi bagian paling krusial dalam memahami cara jaringan besar ini beroperasi. Dari bagaimana aliran dana bergerak hingga bagaimana Dewi memperoleh akses ke wilayah-wilayah sensitif sindikat, semua bermuara pada peran tokoh yang selama ini berada di balik layar tersebut. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Olympic, Voli, Basket, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww