Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
14 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
20 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
15 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
17 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
15 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
13 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Home  /  Berita  /  Voli

November 2025 Tutup dengan Kenaikan Cadangan Devisa, BI Optimistis Arus Modal Asing Berlanjut

November 2025 Tutup dengan Kenaikan Cadangan Devisa, BI Optimistis Arus Modal Asing Berlanjut
Bank Indonesia (BI) menyampaikan data terbaru cadangan devisa Indonesia pada November 2025. (ilustrasi)
Jum'at, 05 Desember 2025 16:20 WIB

JAKARTA – Stabilitas eksternal Indonesia kembali menunjukkan penguatan setelah Bank Indonesia merilis data terbaru cadangan devisa pada November 2025. Nilainya mencapai 150,1 miliar dolar AS, sedikit meningkat dibandingkan akhir Oktober yang tercatat 149,9 miliar dolar AS. Kenaikan ini menjadi penanda bahwa fondasi ekonomi nasional masih bertahan di tengah ketidakpastian global.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyebut tambahan cadangan devisa tersebut ditopang oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.
“Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut antara lain bersumber dari penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, di tengah kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Denny menjelaskan bahwa posisi cadangan devisa saat ini setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah—angka yang masih jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” terangnya.

Optimisme turut disampaikan BI terkait prospek ekonomi ke depan. Denny mengatakan ketahanan eksternal diperkirakan tetap kuat, seiring ekspor yang terjaga dan arus modal asing yang terus bergerak masuk. Ia menilai persepsi investor terhadap Indonesia masih positif dengan imbal hasil investasi yang kompetitif.
“Hal itu sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik dan imbal hasil investasi yang tetap menarik,” sambungnya.

Dalam menjaga momentum stabilitas, BI memastikan koordinasi dengan pemerintah akan terus diperkuat.
“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutupnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Voli, Ekonomi
wwwwww