Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
14 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
21 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
13 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
16 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Voli

Konflik Makin Terbuka, Mahfud MD Sebut Akar Masalah PBNU Berkaitan dengan Proyek Tambang

Konflik Makin Terbuka, Mahfud MD Sebut Akar Masalah PBNU Berkaitan dengan Proyek Tambang
Jum'at, 05 Desember 2025 16:40 WIB

JAKARTA – Kemelut internal yang tengah melanda Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menuai perhatian serius dari Mahfud MD. Ia melihat gejolak yang muncul bukan lagi perkara perbedaan tafsir organisasi, melainkan telah berubah menjadi perebutan kepentingan ekonomi yang jauh dari karakter NU pada masa sebelumnya.

Dalam penjelasan melalui kanal YouTube pribadinya yang tayang Selasa (2/12/2025), Mahfud menyebut akar persoalan berasal dari isu tambang yang sudah lama menjadi pembicaraan di lingkungan PBNU.
“Ini asal muasalnya soal tambang. Dulu ketika saya bilang itu kan belum ada yang bilang, nah sekarang mereka semua juga sudah bilanglah bahwa ini memang asal asalnya tambang,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komunitas Nahdliyin yang mengikuti perjalanan NU sejak lama, Mahfud menyayangkan arah gerak organisasi yang menurutnya kian menjauh dari tradisi keulamaan. Ia menilai dinamika yang terjadi saat ini tidak lagi mencerminkan nilai sosial-keagamaan yang menjadi identitas NU.
“Saya begini loh, merindukan NU yang taat pada ulama, tidak rebutan proyek. Gak ada itu urusan ngurus perusahaan, ngurus tambang, ngurus itu dulu gak ada,” jelasnya.

Mahfud menilai campur tangan sejumlah pihak dalam urusan bisnis dan proyek ekonomi memicu ketegangan internal. Situasi ini, menurutnya, mengubah wajah organisasi dan melemahkan nilai-nilai dasar yang selama ini dijaga para pendiri NU.

Dalam kritik yang lebih tajam, ia menyebut dinamika PBNU kini menyerupai perusahaan yang dipenuhi kepentingan pemegang saham.
“Jadi bukan PBNU, PTNU akhirnya. Perusahaan terbatas akhirnya. Antara pemegang saham, betul. Kemudian ada komisaris, ada direksi,” katanya.

Mahfud menegaskan bahwa apa yang terlihat di permukaan hanyalah bagian kecil dari persoalan yang lebih dalam, yakni perebutan akses terhadap sumber daya dan proyek ekonomi—bukan sekadar perbedaan pandangan organisasi. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Voli, Metropolitan
wwwwww