Pemkab Bone Dorong Peran Relawan dengan UHC 2026 Capai Rp174 Miliar
![]() |
| Peringatan HUT ke-14 Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia di Kabupaten Bone, Sulsel. (Ist) |
Minggu, 14 Desember 2025 08:36 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
BONE- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone, Sulawesi Selatan mengalokasikan anggaran sebesar Rp174 miliar pada tahun 2026 untuk mendukung kembali pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC).
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia di Aula BerAmal, Rumah Jabatan Wakil Bupati Bone, Sabtu (13/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin; mantan Ketua Rekan Indonesia Bone, Zainal yang kini menjabat Komisioner KPU Bone; Pembina Rekan Indonesia, Bone Bahtiar Parenrengi, Dr. A. Sugirman, dr. Junaid Lorong; Sekretaris DPC Partai Gerindra Bone, Syam Nur; serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Andi Akmal Pasluddin mengatakan, kemampuan fiskal daerah saat ini belum sepenuhnya mampu mendukung seluruh lembaga sosial, termasuk relawan kesehatan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap mendorong peran relawan dalam memberikan edukasi dan kampanye kesehatan kepada masyarakat.
Andu menjelaskan, belum tercapainya UHC di Kabupaten Bone pada tahun 2025 disebabkan oleh tekanan fiskal dan beban utang daerah yang mencapai sekitar Rp300 miliar. Kondisi tersebut membuat ruang fiskal terbatas sehingga UHC istimewa belum dapat direalisasikan pada tahun ini.
"Namun untuk 2026, pemerintah daerah bersama Bupati Bone telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp174 miliar untuk kembali mendukung pelaksanaan UHC," kata Andi, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (14/13/2025).
Selain sektor kesehatan, menurut Andi, Pemkab Bone juga memfokuskan anggaran pada percepatan perbaikan infrastruktur jalan, khususnya di wilayah perkotaan, serta secara bertahap di kecamatan dan desa.
Andi menambahkan, pembayaran hak-hak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepala desa tetap menjadi prioritas dan tidak pernah mengalami keterlambatan.
Pemkab Bone, lanjut Andi, berharap adanya sinergisitas antara APBD dan peran relawan, terutama dalam upaya menurunkan angka stunting melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.
"Kita tidak boleh membiarkan pemerintah daerah berjalan sendiri. Relawan memiliki peran penting karena semua ini menggunakan uang rakyat dan harus memberi manfaat sebesar-besarnya," ujarnya.
Sementara itu, Pembina Rekan Indonesia, Bone, Bahtiar Parenrengi menjelaskan, Rekan Indonesia telah hadir dan berkiprah selama 14 tahun melalui berbagai aktivitas sosial dan kemanusiaan, termasuk saat pandemi Covid-19 sejak 2020.
Ia menegaskan, soliditas dan semangat para pengurus menjadi kekuatan utama organisasi dalam menjalankan kegiatan pendampingan pasien, penanganan stunting, hingga respon kebencanaan.
Bahtiar mencontohkan, penyaluran bantuan nutrisi bagi balita pada akhir 2022 serta pengiriman bantuan logistik saat bencana di Mamuju.
Bahtiar juga mengapresiasi komitmen Pemkab Bone yang berencana mengaktifkan kembali program UHC agar masyarakat dapat memperoleh hak pelayanan kesehatan secara optimal.
"Relawan bekerja tanpa mengharapkan imbalan. Ada kebanggaan tersendiri ketika bisa mendampingi masyarakat yang membutuhkan," pungkas Bahtiar. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Automotif, Sulawesi Selatan |













