DKI Jakarta dan Sulsel Perkuat Kerja Sama Smart City dan Ketahanan Pangan
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertemu Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. (Ist) |
Jum'at, 19 Desember 2025 18:08 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima kunjungan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Balai Kota Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025). Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan kerja sama antardaerah, khususnya di bidang digitalisasi pemerintahan, investasi, dan pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Pram menyebut, pertemuan tersebut sebagai upaya konkret mengembangkan potensi kedua provinsi secara saling menguntungkan. Kolaborasi diarahkan pada penguatan tata kelola birokrasi, kepegawaian, hingga sektor strategis seperti pertanian dan peternakan.
"Pemprov DKI Jakarta juga menawarkan pemanfaatan konsep Smart City melalui aplikasi JAKI yang kami miliki untuk dapat diterapkan di Sulawesi Selatan. Kami siap memberikan pendampingan, edukasi, pelatihan, serta berbagi pengetahuan terkait implementasinya," ujar Pram.
Selain digitalisasi, kerja sama ketahanan pangan menjadi fokus utama. Pram menilai, Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai daerah agraris dan sentra perikanan nasional.
Ia pun telah meminta jajarannya menindaklanjuti peluang investasi Pemprov DKI Jakarta di sektor pertanian dan perikanan Sulawesi Selatan.
“Kami melihat potensi Sulawesi Selatan di sektor perikanan dan pertanian itu luar biasa. Saya sudah meminta jajaran untuk mendalami peluang tersebut. Apabila memungkinkan, sebagaimana kerja sama dengan daerah lain, Pemprov DKI Jakarta siap berinvestasi di sektor tersebut,” katanya.
Pram menegaskan, kerja sama ketahanan pangan ini disiapkan untuk kebutuhan jangka menengah dan panjang. Sementara untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru), ia memastikan kondisi pangan Jakarta relatif aman, dengan inflasi diproyeksikan terkendali di kisaran 2,6-2,7 persen dan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.
Di sisi lain, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi keterbukaan Pemprov DKI Jakarta dalam berbagi pengalaman. Ia menilai, Jakarta sebagai daerah rujukan dalam penerapan Smart City dan pengelolaan BUMD yang terintegrasi.
Menurut Andi, kerja sama ini membuka ruang percepatan adopsi sistem layanan publik, termasuk pengembangan transportasi dan digitalisasi pemerintahan.
Ia mencontohkan pengelolaan transportasi publik Jakarta yang dapat menjadi referensi pengembangan Trans Sulsel agar lebih luas dan terintegrasi.
"Kerja sama ini mencakup percepatan adopsi berbagai sistem yang telah diterapkan di DKI Jakarta untuk kami kembangkan dan adaptasi melalui skema berbagi pengetahuan. Termasuk pemanfaatan aplikasi JAKI dan pengelolaan BUMD. Selain itu, kami juga menawarkan sejumlah produk unggulan Sulawesi Selatan sebagai daerah agraris dan lumbung padi nasional," pungkas Andi.
Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Sulawesi Selatan telah memiliki Kesepakatan Bersama tentang Pengembangan Potensi Daerah dan Peningkatan Pelayanan Publik yang berlaku hingga 5 Oktober 2027.
Kerja sama tersebut mencakup sektor transportasi, ketahanan pangan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kesepakatan tersebut juga telah diperbarui melalui adendum pada 2025 sebagai dukungan Program Transmigrasi 2025, dengan alokasi penempatan tiga kepala keluarga dari DKI Jakarta di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Voli |













