Pemprov DKI Batasi Euforia Tahun Baru Demi Empati Bencana Sumatra
![]() |
| Ilustrasi pesta kembang api tahun baru. (Ist) |
Sabtu, 20 Desember 2025 07:02 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan, perayaan pergantian Tahun Baru 2025-2026 tidak digelar secara meriah. Pemprov memilih konsep sederhana dan reflektif sebagai bentuk empati atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, rencana perayaan malam Tahun Baru sebenarnya telah disiapkan. Namun, suasana duka di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi pertimbangan utama untuk menahan euforia.
"Yang jelas bahwa Jakarta tidak dalam kemeriahan, kemewahan. Mungkin juga malah saya akan melakukan hal yang berkaitan dengan penekanan pada doa dan sebagainya," kata Pram di Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025).
Meski demikian, Pram menegaskan, penyambutan tahun baru tetap perlu dilakukan. Menurutnya, posisi Jakarta sebagai ibu kota sekaligus kota global membuat setiap kebijakan memiliki dampak simbolik dan menjadi perhatian dunia.
"Tapi tetap harus ada penyambutan tahun baru, karena ini kan Jakarta, ini kan Ibu Kota Negara, dan ini yang dilihat dunia, apa yang akan dilakukan oleh Jakarta untuk itu," ujarnya.
Ia menilai, pergantian tahun selalu menjadi momentum global yang diperbandingkan antar-kota dunia. Karena itu, Jakarta harus menjaga citra internasional tanpa mengabaikan nilai empati dan solidaritas.
"Jakarta ini kan Ibu Kota Negara, dan Jakarta sekaligus Kota Global. Di seluruh dunia, momen tahun baru itu kan pasti akan diperbandingkan," ucap Pram.
Sebelumnya, Pemprov DKI merencanakan pemasangan 14 panggung hiburan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin serta 10 titik di tingkat kota dan kabupaten. Namun rencana tersebut masih dikaji ulang menyusul bencana alam yang terjadi di Sumatera.
Pram menyatakan, keputusan akhir terkait penyelenggaraan panggung-panggung hiburan tersebut belum ditetapkan dan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi kebencanaan nasional. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













