Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
19 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
16 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
12 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
16 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
20 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

‎Pemprov DKI Batasi Euforia Tahun Baru Demi Empati Bencana Sumatra

‎Pemprov DKI Batasi Euforia Tahun Baru Demi Empati Bencana Sumatra
Ilustrasi pesta kembang api tahun baru. (Ist)
Sabtu, 20 Desember 2025 07:02 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan, perayaan pergantian Tahun Baru 2025-2026 tidak digelar secara meriah. Pemprov memilih konsep sederhana dan reflektif sebagai bentuk empati atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

‎Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, rencana perayaan malam Tahun Baru sebenarnya telah disiapkan. Namun, suasana duka di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi pertimbangan utama untuk menahan euforia.

‎
‎"Yang jelas bahwa Jakarta tidak dalam kemeriahan, kemewahan. Mungkin juga malah saya akan melakukan hal yang berkaitan dengan penekanan pada doa dan sebagainya," kata Pram di Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025).
‎
‎Meski demikian, Pram menegaskan, penyambutan tahun baru tetap perlu dilakukan. Menurutnya, posisi Jakarta sebagai ibu kota sekaligus kota global membuat setiap kebijakan memiliki dampak simbolik dan menjadi perhatian dunia.
‎
‎"Tapi tetap harus ada penyambutan tahun baru, karena ini kan Jakarta, ini kan Ibu Kota Negara, dan ini yang dilihat dunia, apa yang akan dilakukan oleh Jakarta untuk itu," ujarnya.
‎
‎Ia menilai, pergantian tahun selalu menjadi momentum global yang diperbandingkan antar-kota dunia. Karena itu, Jakarta harus menjaga citra internasional tanpa mengabaikan nilai empati dan solidaritas.
‎
‎"Jakarta ini kan Ibu Kota Negara, dan Jakarta sekaligus Kota Global. Di seluruh dunia, momen tahun baru itu kan pasti akan diperbandingkan," ucap Pram.
‎
‎Sebelumnya, Pemprov DKI merencanakan pemasangan 14 panggung hiburan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin serta 10 titik di tingkat kota dan kabupaten. Namun rencana tersebut masih dikaji ulang menyusul bencana alam yang terjadi di Sumatera.
‎
‎Pram menyatakan, keputusan akhir terkait penyelenggaraan panggung-panggung hiburan tersebut belum ditetapkan dan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi kebencanaan nasional. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww