Roti’O Jadi Sorotan Usai Video Lansia Gagal Transaksi Tunai Beredar
![]() |
| Ilustrasi cashless society (foto: shutterstock) |
Video tersebut dengan cepat menyebar dan memicu beragam reaksi warganet. Sejumlah pengguna media sosial menilai kebijakan pembayaran non-tunai berpotensi menyulitkan kelompok lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital. Di sisi lain, ada pula yang menilai sistem cashless sebagai bagian dari modernisasi layanan yang tak terelakkan.
Menanggapi viralnya video tersebut, manajemen Roti’O akhirnya angkat bicara. Melalui akun Instagram resmi @rotio.indonesia, pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat insiden tersebut.
"Kami mohon maaf atas kejadian yang beredar dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Penggunaan aplikasi dan transaksi non-tunai di outlet kami bertujuan untuk memberikan kemudahan serta memberikan berbagai promo dan potongan harga bagi pelanggan setia kami," tulis manajemen dalam pernyataan yang dikutip.
Manajemen Roti’O menjelaskan bahwa penerapan transaksi non-tunai dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memberikan keuntungan tambahan berupa promo bagi pelanggan. Meski demikian, pihaknya mengakui perlunya perbaikan dalam aspek pelayanan di lapangan.
"Saat ini kami sudah melakukan evaluasi internal agar ke depannya tim kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik. Terima kasih atas masukan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami," lanjut pernyataan tersebut.
Peristiwa ini kembali membuka ruang diskusi publik tentang penerapan sistem pembayaran non-tunai di ruang usaha, khususnya terkait kesiapan pelaku usaha dalam melayani konsumen dari berbagai latar belakang usia dan kemampuan teknologi. ***













