Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
23 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
16 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
16 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
16 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
21 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Olympic

Sweeping Truk Logistik di Aceh Utara Berujung Bentrokan, Relawan Alami Luka Kepala

Sweeping Truk Logistik di Aceh Utara Berujung Bentrokan, Relawan Alami Luka Kepala
Sabtu, 27 Desember 2025 06:48 WIB

JAKARTA – Ketegangan mewarnai jalur perbatasan Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara saat aparat TNI dan Polri melakukan pemeriksaan terhadap truk-truk pembawa bantuan kemanusiaan untuk korban banjir Aceh Tamiang. Peristiwa ini terjadi ketika sebagian wilayah Aceh masih dalam kondisi darurat bencana.

Ratusan personel TNI bersama puluhan anggota Brimob bersenjata lengkap menghentikan iring-iringan kendaraan logistik di kawasan Gampong Mane Tunong, Aceh Utara, Kamis malam (25/12). Aparat memeriksa muatan truk yang melintas dan diduga mencari bendera bergambar bulan dan bintang.

Informasi yang diperoleh dari AJNN menyebutkan aparat tiba di lokasi sekitar pukul 18.30 WIB dengan sejumlah kendaraan taktis. Pemeriksaan dilakukan terhadap setiap truk bantuan yang melintas menuju wilayah terdampak banjir.

Situasi berubah tegang sekitar pukul 21.00 WIB. Adu argumen antara aparat dan rombongan relawan memicu kericuhan. Dalam kejadian itu, satu orang pembawa bantuan mengalami luka serius di bagian kepala dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Saksi di lokasi menyebut sejumlah bendera bergambar bulan dan bintang disita aparat di tengah pemeriksaan. Tindakan tersebut memicu protes dari relawan yang merasa upaya kemanusiaan mereka terhambat.

Seorang warga Gampong Mane Tunong yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan aparat telah berjaga sejak sore hari di titik perbatasan tersebut.

“Mereka sudah bersiaga dari sore. Truk bantuan yang datang diperiksa satu per satu,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan aparat melarang warga dan relawan mengambil gambar atau merekam video selama sweeping berlangsung. Hingga Kamis malam, personel TNI dan Brimob masih terlihat berjaga di sekitar jembatan penghubung Bireuen–Aceh Utara.

Terpisah, Komandan Korem 011 Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan ke Aceh terus mengalir sejak bencana banjir dan longsor melanda sejumlah daerah. Namun, ia menyayangkan adanya pihak yang dinilai membawa simbol tertentu dalam aksi kemanusiaan.

“Bantuan datang dari berbagai penjuru. Tapi menjadi persoalan ketika ada kelompok yang membawa bendera Bulan Bintang dengan alasan mengirim bantuan,” katanya, Jumat (26/12).

Ia menegaskan TNI tidak pernah melarang siapa pun datang ke Aceh untuk membantu korban bencana. Menurutnya, yang dipersoalkan hanya keberadaan atribut yang dianggap tidak semestinya dibawa dalam situasi kemanusiaan.

“Silakan salurkan bantuan. Kami hanya meminta agar tidak membawa simbol tersebut. Permintaan itu tidak diterima dan justru terjadi penolakan,” jelasnya.

Ia juga menuturkan sejak awal bencana, prajurit TNI telah terlibat langsung membantu evakuasi, pengamanan, dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak. Bantuan dari pemerintah pusat maupun berbagai pihak, lanjutnya, terus berdatangan melalui berbagai jalur. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Olympic, DKI Jakarta, Aceh
wwwwww