Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
7 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
8 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
10 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
6
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
11 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Home  /  Berita  /  Olympic

Kasus Rumah Lansia Guncang Surabaya, Aparat Diminta Bertindak Tegas

Kasus Rumah Lansia Guncang Surabaya, Aparat Diminta Bertindak Tegas
Nenek Elina dan kuasa hukumnya saat melapor ke Polda Jatim.(foto: surya.co.id)
Minggu, 28 Desember 2025 12:48 WIB

SURABAYA – Kasus perobohan rumah milik Elina Widjajanti (80) di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, menyedot perhatian publik. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pentingnya kejelasan hukum atas peristiwa yang diduga melibatkan oknum organisasi masyarakat.

Eri menyampaikan bahwa peristiwa tersebut telah lebih dulu ditangani oleh pihak kecamatan dan Polda Jawa Timur sebelum ramai diperbincangkan di ruang publik. 

“Kejadian ini sudah ditangani Polda Jawa Timur. Sebelum viral sudah dilaporkan karena sudah ditangani pihak kecamatan,” ujarnya melalui keterangan pers, Sabtu (27/12/2025).

Ia menegaskan akan berkoordinasi langsung dengan kepolisian agar kasus tersebut mendapat perhatian khusus dan segera dituntaskan. 

“Saya akan berkoordinasi dengan Polda supaya ini menjadi atensi. Harus ada kejelasan hukum, karena yang salah harus dihukum,” tegasnya.

Pemerintah Kota Surabaya, lanjutnya, juga tengah mendata kebutuhan korban, termasuk bantuan tempat tinggal sementara dan pemulihan psikis. Pemkot turut menguatkan warga sekitar agar tidak terpancing emosi.

“Surabaya boleh menjadi kota besar, tapi jangan pernah kehilangan empati. Kita harus saling menjaga dan menguatkan,” katanya.

Eri mengimbau masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum agar tidak memicu gesekan sosial.

“Mari kita kawal proses hukumnya sampai tuntas supaya Nenek Elina mendapatkan keadilan,” sambungnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Elina, Wellem Mintarja, menyebut kliennya diusir secara paksa dari rumahnya oleh sekelompok orang.

“Sekitar 20 sampai 30 orang datang dan melakukan pengusiran secara paksa. Ini jelas eksekusi tanpa putusan pengadilan,” ujarnya, Rabu (24/12/2025).

Ia mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi saat Elina menolak keluar rumah. Nenek berusia 80 tahun itu ditarik dan diangkat paksa oleh empat hingga lima orang. Saat kejadian, di dalam rumah juga terdapat balita usia 5 tahun, bayi 1,5 bulan, serta ibu dan lansia lainnya.

“Korban ditarik, diangkat, lalu dikeluarkan. Ada saksi dan videonya. Bibir korban sampai berdarah,” ungkapnya.

Di sisi lain, seorang warga bernama Samuel yang mengklaim telah membeli rumah tersebut menyebut dirinya memperoleh lahan dari Elizabeth, adik Elina, sejak 2014. Ia mengaku memiliki dokumen letter C dan surat jual beli.

“Saya punya bukti sah surat jual beli dan letter C sejak 2014,” katanya, Rabu (24/12/2025).

Samuel mengaku pembongkaran dilakukan setelah peringatan yang disampaikan berulang kali tidak diindahkan.

“Saya sudah beberapa kali menyampaikan agar keluar, tapi tidak dipercaya. Akhirnya dilakukan secara paksa,” ujarnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta, Jawa Timur
wwwwww