Pemprov DKI Dorong Modernisasi Pasar Rakyat Lewat Peresmian Pasar Kombongan
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meresmikan Pasar Kombongan. |
Selasa, 06 Januari 2026 12:13 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meresmikan Pasar Kombongan di Jalan Bungur Besar, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026), setelah revitalisasi yang sempat terhenti hampir lima tahun akibat pandemi Covid-19. Revitalisasi pasar ini diarahkan untuk mendorong modernisasi pengelolaan pasar rakyat berbasis digital.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut, Pasar Kombongan menjadi contoh transformasi pasar tradisional menuju sistem yang lebih bersih, tertib, dan digital.
"Ada 153 pasar yang dikelola oleh Pasar Jaya, bukan jumlah yang sedikit. Karena saya diminta membuka Pasar Kombongan yang dulu mangkrak lama sekali hampir 5 tahun," kata Pram.
Pram menekankan, pentingnya penerapan transaksi nontunai melalui QRIS sebagai bagian dari digitalisasi pasar, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan agar pasar rakyat mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.
"Saya berpesan mudah-mudahan kebersihan dijaga betul. Dan apalagi sekarang sudah pakai digitalisasi, pakai QRIS. Saya berharap betul pasar ini menjadi pasar yang bersih," ujarnya.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan menjelaskan, Pasar Kombongan berdiri di atas lahan sekitar 2.664 meter persegi dengan luas bangunan 1.888 meter persegi yang terdiri dari dua lantai. Pasar ini telah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) tertanggal 18 November 2025.
"Luas lantai bangunan seluas 1.888 meter persegi," ujar Agus.
Ia merinci, lantai dasar pasar menampung 71 kios dan 50 los, sementara lantai satu terdapat 50 kios. Pasar juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang modern, mulai dari mushola, toilet umum dan disabilitas, ruang laktasi, jaringan air PAM, area parkir, hingga sistem kamera pengawas (CCTV).
Tak hanya itu, Pasar Kombongan juga mengadopsi teknologi ramah lingkungan dengan pemanfaatan panel surya untuk efisiensi energi.
"Selain itu, Pasar Kombongan telah dilengkapi panel surya sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan sekaligus membantu efisiensi penggunaan listrik. Mohon izin Pak Gubernur, ini menghemat listrik kita hampir 40 persen," pungkasnya.
Dengan revitalisasi dan digitalisasi tersebut, Pasar Kombongan diharapkan menjadi model pasar rakyat modern yang nyaman, efisien, dan berkelanjutan di Jakarta. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













