Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
11 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
12 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
15 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Ricky Kambuaya Soroti Perilaku Pengadil Lapangan

Ricky Kambuaya Soroti Perilaku Pengadil Lapangan
Kapten Dewa United FC, Ricky Kambuaya,. (Ileague.id)
Selasa, 06 Januari 2026 15:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANDAR LAMPUNG - Dewa United Banten FC harus mengakui keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 1-0 dalam lanjutan pekan ke-16 Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (5/1/2025) kemarin.

Usai pertandingan, gelandang sekaligus kapten Dewa United, Ricky Kambuaya, memberikan komentarnya dalam sesi Post-Match Press Conference yang berlangsung di Ruang Konferensi Pers Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Kambuaya menyampaikan pandangannya secara terbuka.

"Sebagai pemain sepak bola dengan status saya pemain Timnas sebelumnya, saya hanya ingin bagaimana saya bermain sepakbola yang baik untuk kehidupan saya dan saya ingin berkembang secara pribadi," ujarnya.

"Bagaimana sepakbola modern juga saya tidak ingin ketinggalan. Dalam hal ini saya juga butuh dukungan dari orangtua atau kakak atau semua elemen yang terlibat seperti pengadil, penyelenggara dan banyak pihak untuk itu," tambahnya.

Ricky Kambuaya juga menyoroti perilaku pengadil lapangan yang menurutnya memengaruhi kualitas pertandingan.

"Tetapi kalau pengadil tidak jadi pengadil yang baik dan memihak, bahkan tidak ada nilai-nilai kehormatan, saling menghargai yang tertampil di lapangan. Saya pikir kita tidak akan pernah berkembang dan kita akan berjalan di tempat jika laga berjalan seperti itu. Tentu saya tidak ingin hal tersebut terjadi," terangnya.

Sebagai pemain Dewa United sekaligus timnas, ia menegaskan komitmen pribadi dan klub untuk terus berkembang.

"Itu sebagai pemain status timnas dan saya juga pemain Dewa United, seperti kita lihat tadi di pertandingan hari ini buruk. Untuk Dewa United, kekurangan kami akan kami perbaiki karena perjalanan kami masih panjang. Selamat kepada Bhayangkara FC bisa memenangkan laga hari ini," sambungnya.

Kambuaya menutup dengan harapan agar sepak bola Indonesia terus maju dan tidak berjalan di tempat.

"Jadi itu sebagai pemain sepak bola dan Timnas, saya hanya ingin bermain sepak bola yang baik dan menghibur penikmat sepak bola. Saya juga ingin bertumbuh sebagai pemain, saya ingin karier saya berkembang. Saya tidak mau ketinggalan ilmu sepak bola modern. Jadi saya harap kita semua sama-sama saling mendukung untuk kemajuan sepak bola Indonesia," pungkasnya. ***

wwwwww