Dinkes DKI Fokus Pencegahan Influenza di Tengah Isu Superflu
![]() |
| Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati. (Ist) |
Kamis, 08 Januari 2026 12:33 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta meminta masyarakat tetap tenang namun waspada menyikapi isu superflu yang belakangan ramai dibicarakan. Istilah tersebut merujuk pada meningkatnya aktivitas influenza musiman, khususnya Influenza A (H3N2) subclade K.
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menegaskan, subclade K bukan virus baru dan merupakan bagian dari mutasi alami virus influenza yang terjadi secara berkala.
Hingga kini, varian tersebut tidak terbukti menimbulkan tingkat keparahan maupun angka kematian yang lebih tinggi dibanding influenza musiman lainnya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 dengan 62 kasus di delapan provinsi hingga akhir Desember 2025.
Namun, Dinkes memastikan belum ada temuan kasus serupa di DKI Jakarta, meski kewaspadaan tetap ditingkatkan seiring tingginya mobilitas masyarakat pascalibur panjang.
"Kami memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Influenza A subclade K di DKI Jakarta. Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada. Penguatan surveilans, pelayanan kesehatan, serta upaya promotif dan preventif terus kami lakukan untuk melindungi masyarakat," ujar Ani dalam keterangan tertulis, pada Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, pola ISPA dan pneumonia di Jakarta masih bersifat musiman dan dapat ditangani oleh sistem kesehatan yang ada.
"Sepanjang tahun 2025, tren ISPA cenderung meningkat pada awal dan akhir tahun seiring perubahan cuaca dan peningkatan aktivitas masyarakat. Sementara itu, kasus pneumonia tetap berada pada proporsi yang lebih rendah dan terkendali," jelas Ani.
Sebagai langkah pencegahan dini, Dinkes DKI secara aktif menjalankan surveilans penyakit pernapasan melalui fasilitas sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di puskesmas serta rumah sakit rujukan. Pemantauan ini terintegrasi dengan sistem surveilans nasional dan global yang terhubung dengan WHO.
"Melalui fasilitas kesehatan sentinel, aktivitas penyakit pernapasan dapat dipantau sepanjang tahun di seluruh wilayah, sekaligus menjadi bagian dari surveilans influenza dunia oleh WHO," tambah Ani.
Selain itu, Dinkes terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan di berbagai sektor, termasuk sekolah, perkantoran, tempat ibadah, dan komunitas, terutama saat musim influenza.
"Kami mengimbau masyarakat selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tenaga kesehatan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang memberat, terutama bagi kelompok rentan," pungkas Ani. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Automotif, DKI Jakarta |













